Politik Pemerintahan

Hanura Surati KPU Soal Almarhum Caleg yang Ikut Pemilu

Ketua DPC Hanura Jember Ismail

Jember (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Cabang Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Jember, Jawa Timur, sudah melayangkan surat kepada Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu setempat terkait masih tercantumnya calon legislator yang sudah meninggal dalam surat suara.

Almarhum caleg yang dimaksudkan adalah Sugeng Hariyadi, calon legislator DPRD Jember nomor urut 5 di Daerah Pemilihan II dari Partai Hanura. Dia seharusnya sudah digantikan Ariandri Shifa Laksono.

Ketua DPC Partai Hanura Jember Ismail mengatakan, Sugeng meninggal dunia sebelum penetapan Daftar Calon Tetap (DCT). “Setelah meninggal, kebetulan waktu itu masih DCS (Daftar Calon Sementara), akhirnya Ariandri kami masukkan dan alhamdulillah diterima KPU. Tapi kok kemarin waktu pencoblosan tanggal 17 April kok yang muncul nama almarhum Sugeng Hariyadi,” katanya, Jumat (26/4/2019).

“Ini siapa yang salah? Kami juga belum tahu alasan dan bagaimana bentuk pertanggungjawaban KPU atas kesalahan ini. Karena pihak caleg sudah sosialisasi, juga termasuk kerugian moril. Malu. Sudah sosialisasi ke sana kemari, saudaranya mau nyoblos bingung: kok namanya (Ariandri) tidak ada (di surat suara),” kata Ismail.

DPC Hanura baru tahu adanya kesalahan tersebut pada 18 April 2019. “Si caleg sendiri tidak tahu sebenarnya. Yang tahu saudaranya, mau nyoblos kok tidak ada namanya,” kata Ismail.

Dalam surat itu, Hanura tidak menuntut apa-apa. “Kami hanya ingin tahu alasan KPU, masuk akal atau tidak. Karena bagaimana pun, KPU pasti tidak ingin main-main. Kami punya itikad baik. Tapi bagaimana KPU mengkalrifikasi kesalahan ini. Kami tidak harus menjustifikasi atau mengadili secara brutal, tapi ingin tahu alasan KPU. Insya Allah Sabtu besok kami diundang. Klarifikasi, katanya,” kata Ismail. [wir/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar