Politik Pemerintahan

Halal Bihalal di Disbudpar, Gubernur Khofifah Wujudkan ‘Jatim Harmoni’

Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak kembali melakukan halal bihalal sekaligus bersilaturahim dalam rangka Idul Fitri 1440 H di tiga lokasi pada Selasa (11/6/2019) hari ini.

Pada pagi hari, halal bihalal dilakukan dengan Forkopimda Jatim dan bupati/walikota se-Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Kemudian, pada siang harinya dilanjutkan di JX International bersama kalangan BUMD se-Jatim dan kantor Disbudpar Jatim bersama pegawai di lima OPD Pemprov Jatim.

“Halal bihalal merupakan momentum yang tepat untuk memperkenalkan Nawa Bhakti Satya. Pengenalan dan penguatan ini, khususnya untuk para ASN di lingkup Pemprov Jatim, sehingga pelayanan terbaik bisa diberikan pada masyarakat. Kami ingin menyisir, bersilaturahim dan bermaaf-maafan sembari memberikan pesan pembinaan kepegawaian dan memperkenalkan Nawa Bhakti Satya,” kata Khofifah kepada wartawan di kantor Disbudpar Jatim.

Menurut Khofifah, penjelasan Nawa Bhakti Satya sangatlah penting agar semua pegawai bisa memberi layanan sesuai slogan ‘CETTAR’. Dengan demikian, sensitivitasnya akan terbangun dengan baik.

Di acara halal bihalal di Kantor Disbudpar Jatim, Gubernur Khofifah yang didampingi Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak dan Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono memberikan penghargaan bagi para penjaga situs, penjaga makam dan penjaga cagar budaya.

Penghargaan ini, kata dia, adalah sudah sesuai dengan program ‘Jatim Harmoni’ yang telah dijanjikan ketika kampanye dulu. “Di Jatim Harmoni, kita menaruh harapan besar pada para penjaga situs, penjaga makam dan penjaga cagar budaya bahwa kerajaan besar di Indonesia, kerajaan besar di Jawa terutama kerajaan besar di Jatim harus kita jaga,” tegasnya.

Di dalam ‘Jatim Harmoni’, juga ada tunjangan untuk penjaga situs, penjaga makam dan penjaga cagar budaya. Besaran tunjangan yang diberikan Pemprov Jatim untuk para penjaga situs, makam dan cagar budaya ini adalah Rp 350 ribu per bulan per orang.

“Namun hari ini adalah momen istimewa karena dipanggil oleh Ibu Gubernur dan bisa berinteraksi langsung dengan Ibu Gubernur,” tutur Kepala Disbudpar Jatim Sinarto.

Menurut Sinarto, tunjangan tersebut sudah berlangsung lama, bahkan lebih dari 10 tahun.

Lebih lanjut Khofifah menegaskan untuk merawat seluruh cagar budaya ini harus disiapkan Digital Information Tecnology (IT)-nya.

“Untuk menjangkau cagar budaya seluruh Jatim siapa yang sanggup, siapa yang mau menjadi guide-nya, maka dari itu mulai sekarang harus sudah disiapkan seperti augmented reality di titik-titik mana saja supaya anak-anak sekolah bisa mengenali peradaban manusia Jawa Timur,” jelasnya.

Khofifah juga menambahkan, bahwa perjuangan para Walisongo tidak dengan senjata pedang atau kekerasan, akan tetapi dengan budaya.

“Maka dari itu di program Jatim Harmoni, ada nilai-nilai yang perlu ditanamkan pada generasi muda berkaitan dengan cagar budaya yang ada di Jatim,” pungkas Khofifah. (tok/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar