Politik Pemerintahan

Haedar Nashir Sarankan KPU Perpendek Masa Kampanye

Malang(beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan masa kampanye sekitar 7 bulan bagi pasangan calon presiden dan wakil presiden di Pemilu 2019 ini.

Lamanya waktu kampanye membuat masyarakat justru kontra produktif.

Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan idealnya masa kampanye hanya 4 bulan. Ia menyarankan untuk Pemilu kedepan KPU mengkaji ulang masa waktu kampanye.

“Menjadi masukan KPU tolong jangan terlalu lama lah berproses politik ini sampai 7 bulan. Kita sebenarnya sering kehilangan ritme dan peluang untuk kerja-kerja produktif. Karena energinya kan habis di tengah tahun politik yang menguras energi ini,” kata Haedar di Universitas Muhammadiyah Malang, Kamis, (7/2/2019).

Haedar mengatakan, idealnya masa kampanye dilakukan selama 4 bulan saja. Sebab, dengan durasi yang lebih pendek iklim panas politik tak berlangsung lama. Menurutnya, di era saat ini masyarakat sudah mengalami berbagai macam Pemilu sehingga bukan lagi sebuah proses pengenalan demokrasi.

“KPU jauh lebih tahu, sarannya paling lama empat bulan lah. Karena kan sudah terlatih, baik yang kampanye maupun yang dikampanyekan. Empat bulan sudah cukup itu,” papar Haedar.

Haedar menyebut jika durasi masa kampanye terlalu panjang membuat tensi kontestasi politik meninggi. Masyarakat menjadi kompetitif dengan antar golongan. Muhammadiyah berharap Pemilu harus menyejukan bukan menjadi ajang pertandingan yang keras.

“Durasi yang cukup panjang, selain tidak produktif, juga menciptakan tensi tinggi. Jangan bawa politik menjadi pertandingan yang keras. Jangan melibatkan isu-isu keagamaan, suku, ras, antar golongan maupun isu politik yang sama radikalnya,” tandasnya. (luc/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar