Politik Pemerintahan

Hadapi Purna Tugas, 80 ASN Kota Kediri Terima Pembekalan

Kediri (beritajatim.com) – Sejumlah 80 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Kediri, hari ini mengikuti pembekalan persiapan purna tugas Tugas PNS di Kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Kediri, Selasa (12/11). Para ASN yang mengikuti pembekalan ini terhitung mulai tanggal (TMT) Januari 2020 – Juli 2020 akan memasuki masa pensiun.

Dalam sambutan Walikota Kediri yang dibacakan Sekretaris Daerah Kota Kediri Budwi Sunu Hernaning Sulistyo mengatakan cepat atau lambat, semua PNS akan memasuki masa pensiun (purnabakti). Ini berarti, mereka akan dihadapkan pada permasalahan sosial yang sangat kompleks, karena secara psikologis para pensiunan harus menyesuaikan dengan lingkungan hidup yang baru.

“Oleh karena itu PNS yang akan menjalani pensiun perlu dipersiapkan mental, kemampuan dan ketrampilan lain yang dapat dipakai sebagai modal dalam hidup di lingkungan yang baru,” ujarnya.

Budwi Sunu menyampaikan ada beberapa perubahan pada saat seseorang menjalani masa pensiun, perubahan dari aktivitas yang tadinya bekerja menjadi tidak bekerja, yang tadinya memiliki keterlibatan kerja atau peran ditempat kerja menjadi sudah tidak ada lagi, adanya penurunan pendapatan, adanya perubahan relasi sosial, adanya penurunan kesehatan karena usia yang semakin bertambah dan sebagainya.

Perubahan yang terjadi bisa jadi akan menimbulkan ketidakpastian dan ketidaknyamanan sehingga terkadang pensiun merupakan hal yang menjadi diabaikan atau kurang diperhitungkan untuk dipersiapkan.

“Persiapan pensiun biasanya menjadi terabaikan dan kurang mendapatkan perhatian karena meskipun masa pensiun sudah dekat namun demikian biasanya pegawai masih menyibukan diri dengan tugas dan pekerjaannya,” ungkapnya.

Untuk itu, Budwi Sunu menjelaskan ada beberapa aspek atau area yang perlu disiapkan dalam persiapan pensiun. Pertama , aspek ekonomi, berkaitan dengan pengelolaan keuangan serta kewirausahaan. Kedua , aspek psikologis yaitu mempersiapkan mental untuk menghadapi perubahan pada saat pensiun. Ketiga , aspek sosial yaitu bagaimana menyiapkan setelah pensiun tetap memiliki peran sosial dan menyiapkan dukungan sosial ketika pensiun tiba. Keempat , aspek fisik berkaitan dengan kesehatan, diantaranya dalam rangka membangun perilaku kuratif untuk menjaga kesehatan dan mengatur pola makan.

Terakhir Budwi Sunu berpesan kepada peserta pembekalan persiapan purna tugas PNS ini, agar dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik dan seksama. Persiapan pensiun tidak hanya persiapan bagi PNS yang akan memasuki masa pensiun tetapi juga perlu mempersiapkan keluarganya sehingga ada dukungan.

Program persiapan pensiun akan menjadi optimal jika dirancang minimal melibatkan istri atau suami (pasangan) sehingga pada saat diperlukan pengambilan keputusan persiapan pensiun maka pasangan akan memberikan dukungan dan terlibat dalam pengambilan keputusan persiapan pensiun. Selain itu program ini akan lebih baik diawali dengan membangun persepsi positif dan cara pandang yang benar mengenai pensiun.

“Semoga apa yang disampaikan pada kegiatan ini dapat bermanfaat dan membuka wawasan peserta sehingga tujuan kegiatan ini dapat tercapai yaitu untuk mempersiapkan PNS yang akan memasuki masa pensiun agar mampu menyesuaikan diri dan menerima perubahan lingkungan, mempunyai alternatif dan berani mengambil keputusan untuk melakukan aktivitas yang positif,” pesannya.

Pembekalan pada acara ini menghadirkan narasumber dari Bank Jatim dan PT. Taspen. Selain itu, para peserta pembekalan juga akan diberikan pelatihan kewirausahaan. [adv humas/nng].

Apa Reaksi Anda?

Komentar