Politik Pemerintahan

Habib Ahmad: PDIP Tak Mau Ulangi Kesalahan dalam Pilkada Jember

Habaib Ahmad Al Muhdar, salah satu tokoh PDI Perjuangan

Jember (beritajatim.com) – Habaib Ahmad Al Muhdar, salah satu tokoh PDI Perjuangan, menyatakan partai itu sangat hati-hati dalam menentukan calon bupati yang akan diusung dalam pemilihan kepala daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur, tahun depan.

Hal ini diungkapkan Ahmad saat bertemu wartawan di Jember, Rabu (9/10/2019). “Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan tidak akan pernah mengulangi kesalahan yang pernah terjadi kemarin,” katanya.

PDI Perjuangan dalam pilkada Jember 2015 mengusung Faida menjadi calon bupati berpasangan dengan Abdul Muqiet Arief. Namun dalam perjalanannya, setelah terpilih, PDIP menilai ada komitmen yang tak dilaksanakan.

“Komitmennya kan (PDIP mendapatkan) 10 kursi (di DPRD Jember). Buktinya tujuh kursi. Loyalitas ke partai tidak ada,” kata Ahmad.

Dengan kata lain, Ahmad menyebut Bupati telah gagal. “Mudah-mudahan ke depan PDIP akan menjadi satu wadah yang bisa membawa Jember lebih baik,” katanya.

Saat ini Ahmad terbang dari Jakarta ke Jember untuk menjajaki profil 12 bakal calon bupati yang mendaftar ke Dewan Pimpinan Cabang PDIP Jember tempo hari. “PDIP tidak berharap untuk memilih calon yang tidak pernah memiliki loyalitas kepada partai,” katanya.

Ahmad menyerahkan pemilihan calon bupati yang akan diusung kepada DPP PDIP. Namun ia yakin tidak mungkin PDIP mengusung petahana lagi. “Insya Allah tidak mungkin. PDIP tidak akan pernah mengulangi kesalahan kemarin, dengan adanya kemunduran di pemerintahan Kabupaten Jember,” katanya. Menurutnya, DPP PDIP kecewa dengan kebijakan-kebijakan Bupati Faida selama memimpin. (wir/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar