Politik Pemerintahan

Gus Ipul Dorong Generasi Milenial Siap Hadapi Era Revolusi Digital

Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mendorong generasi milenial untuk siap menghadapi era revolusi digital. Dalam era yang dikenal sebagai revolusi 4.0 itu, para generasi milenial diminta mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi (TI) untuk hal-hal yang positif dan produktif.

“Masa depan bangsa kita bergantung pada generasi milenial, jadi adik-adik ini harus siap,” tegas Gus Ipul saat membuka Seminar Nasional Yang Muda Yang Berkarya, Generasi Millenial Optimis Menyongsong Revolusi Media Digital dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) di Hotel Garden Palace Surabaya, Kamis (7/2/2019).

Gus Ipul mengatakan, banyak hal positif yang bisa dimanfaatkan dalam era revolusi digital. Di antaranya, membuat bisnis start up, berdagang di marketplace dan belajar sesuai disiplin ilmunya secara online, termasuk yang terdekat, menciptakan suasana yang kondusif di dunia maya menjelang Pemilu Presiden (Pilpres).

“Seluruh rakyat Indonesia ingin tahun 2019 ini benar-benar jadi pesta demokrasi, bukan sebaliknya,” kata Gus Ipul sembari menambahkan bahwa generasi milenial harus membantu pemerintah dalam memerangi berita palsu atau hoaks.

Orang nomor dua di Jatim ini melanjutkan, terdapat berbagai tantangan yang dihadapi generasi milenial dalam era revolusi 4.0.

Di antaranya, menurut penelitian, masih banyak anak-anak muda yang lebih suka memanfaatkan gadget-nya untuk ngerumpi di medsos, daripada kegiatan yang lebih produktif.

Rata-rata orang Indonesia hanya tahan 7 menit tanpa gadget, padahal orang Eropa bisa tahan 3,5 jam tanpa gadget, sambil menambahkan bahwa lamanya penggunaan gadget masyarakat Indonesia tersebut tentu sangat disayangkan, jika hanya memindahkan obrolan di darat ke obrolan di medsos.

Karena itu, lanjut wagub kelahiran Pasuruan ini, dirinya mengapresiasi seminar nasional ini. Menurutnya, seminar ini akan memacu generasi millennial mampu memanfaatkan teknologi dengan benar. “Semoga memacu adik-adik sekalian untuk jadi pemenang di masa depan, sehingga bangsa kita jadi pemenang,” lanjutnya.

Dalam sambutannya, Sekjen PWI Pusat, Mirza Zulhadi mengatakan, seminar ini mengangkat tema yang sesuai dengan zaman now. “Harapannya, seminar ini diharapkan bisa menghadirkan wawasan baru bagi para peserta, khususnya dalam memanfaatkan teknologi dengan positif dan optimal.
Jadi tidak hanya sekedar ber-medsos, tapi juga memanfaatkan kehadiran teknologi secara produktif,” katanya.

Mirza melanjutkan, PWI juga akan memanfaatkan sepenuhnya kehadiran era revolusi digital ini. Sebab, memang sudah masanya masyarakat Indonesia melangkah ke era tersebut. “Jepang saja sudah menyambut era revolusi 5.0, maka jika kita ingin maju, kita harus ikuti perkembangan,” pungkasnya.

Seminar ini menghadirkan para narasumber yang berkompeten di bidangnya, yakni Afina Candarini dan Nadya Karina dari Kami Idea, Gigih Septianto (founder wecare.id), Mahmudi Fukumoto (keihing group), dan Angki Trijaka (IeSPA).

Seminar ini dihadiri 350 undangan, yang terdiri dari perwakilan kampus-kampus, SMA, SMK, perwakilan PWI dari provinsi seluruh Indonesia dan wartawan dari berbagai media. (tok/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar