Politik Pemerintahan

Gresik Klaim Masyarakat Miskin Turun 12,8 Persen

Gresik (beritajatim.com)- Kabupaten Gresik mengklaim jumlah masyarakat miskinnya menurun hingga 12,8 persen sejak tahun 2018. Tahun lalu, jumlah masyarakat miskin mencapai 16,27 persen.

“Insya Allah pada akhir masa jabatan saya jumlah masyarakat miskin di Gresik bisa menjadi 9 persen. Untuk itu saya mohon bantuan kepada seluruh Camat, Kepala Desa dan Lurah serta semua yang hadir disini untuk membantu kami dalam menurunkan kemiskinan di Gresik,” ujar Bupati Sambari, Rabu (20/02/2019).

Sebelumnya, orang nomor satu di Gresik iti mengawasi penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) agar betul-betul tepat sasaran.

“Kami berterima kasih kepada Badan Pusat Statistik (BPS) yang telah memberikan data kepada kami tentang jumlah masyarakat yang perlu dibantu. Kendati, bantuan ini pasti ada kendala di lapangan,” paparnya.

Sementara, Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro menyatakan pihaknya siap mengamankan semua bantuan sosial sesuai nota kesepahaman (MoU) antara Polri dan Kemensos di Mabes Polri. Untuk itu, telah dihentuk Satgas Pam Bansos yaitu mengamankan bantuan sampai kepada penerima.

“Anggota kami di lapangan siap membantu serta mengamankan bantuan dari Kemensos,” ungkapnya.

Plt Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Gresik Abu Hasan mengatakan, jumlah penerima BPNT se-Kabupaten Gresik mencapai 91.202 keluarga. Sedangkan jumlah penerima PKH sebanyak 49.201 keluarga.

“Penerima BPNT ini setiap bulan menerima beras sejumlah 10 kilogram atau bisa juga beras dan telur sesuai kesepakatan dengan jumlah nominal sebesar 110 ribu rupiah. Penerima BPNT adalah seluruh penerima PKH ditambah keluarga lain yang sudah terdaftar dari pusat,” pungkasnya. [dny/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar