Politik Pemerintahan

Gandeng UNIPA Surabaya, 3 Desa di Kediri Gelar Ujian Perangkat

Kediri (beritajatim.com) – Tiga desa di Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri menyelenggarakan ujian perangkat desa secara bersama. Tes berlangsung di Gedung Serbaguna Desa Tunglur, Kecamatan Badas.

Ujian perangkat di wilayah Kecamatan Badas ini sedikit berbeda dari desa lain yang sudah melangsungkan tes. Sebab, pemerintah desa menggandeng Universitas PGRI Adi Buwana (UNIPA) Surabaya sebagai penyedia soal.

Ujian perangkat tiga desa ini diikuti sebanyak 48 peserta. Tiga desa tersebut antara lain Desa Krecek, Blaru dan Canggu. Untuk Desa Canggu ada 4 lowongan perangkat desa, desa Krecek ada 3 lowongan, dan Desa Blaru ada 3 lowongan perangkat Desa.

“Total ada 10 lowongan perangkat desa. Untuk peserta ada 48 orang,” tutur Kepala Desa Canggu, Sapto Noko.

Pihaknya sengaja bekerjasama dengan UNIPA Surabaya karena perguruan tinggi ini sudah memenuhi persyaratan. UNIPA telah terakredutasi B BAN-PT dan hampir menjadi akreditasi A.

“Bekerjasama dengan pihak ke-3 adalah wewenang desa yang bersangkutan
Dan saya berharap desa-desa lain akan mengikuti agar juga bisa membandingkan antara kampus Unibraw, IAIN dan Unipa,” imbuhnya.

Kades Cannggu mengaku menggandeng UNIPA agar tes perangkat  desa lebih berwarna. Sebab, selama ini desa-desa lain yang sudah menggelar ujian menggandeng Unibraw Malang dan IAIN Tulungagung.

Tes berjalan sangat ketat. Selain petugas yang tidak berkepentingan dilarang untuk masuk ruangan. Hal itu menjaga kelancaran tes dan juga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Ujian dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama meliputi tes kemampuan akademik, yang terdiri dari pendidikan agama,pancasila, UUD 1945, pengetahuan umum,Bahasa Indonesia dan Matematika. Sesi kedua adalah psikotes dan sesi terakhir praktek komputer.

Utuk skornya tes akademik 50 persen. Terdiri 100 butir soal dengan waktu pengerjaan 90 menit. Sesi kedua juga 100 soal 90 menit dengan skor 30, dan terakhir praktek komputer kita sediakan waktu 60 menit dengan skor 20 persen. Sehingga nilai total genap 100 persen.

Hasil tes tersebut bisa langsung dilihat pada malam harinya. Yakni sekitar pukul 22.00 Wib di masing-masing balai desa.

Terpisah Ketua PKD Kabupaten Kediri, Yohansyah Iwan Wahyudi menjelaskan, tes tulis tersebut dilaksanakan untuk mengukur kemampuan akademik dari calon perangkat desa.  Hasil tes tersebut bukan menjadi satu-satunya dasar untuk bisa menjadi perangkat desa. Akan tetapi masih ada acuan dan pertimbangan lain. Seperti kecakapan sosial di lingkungan desa dan pertimbangan lainnya.

“Hasil tes tersebut dijadikan salah satu acuan untuk di mintakan rekomendasi ke Camat. Prosesnya yakni maksimal 50 persen peserta nilai tertinggi diajukan ke kecamatan untuk dimintakan rekomendasi ke pihak kecamatan. Misalnya lowongan perangkat desa Sekdes yang nilai tertinggi ada 10 orang, maka maksimal bisa di ajukan 5 orang untuk dimintakan rekomendasi,dan hasil rekomendasi tersebut akan dilantik menjadi perangkat,” ujarnya. [nng/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar