Politik Pemerintahan

FPI Jatim Waspadai ‘Serangan Fajar’ Pilpres

Jember (beritajatim.com) – Semakin dekat masa pemungutan suara, Front Pembela Islam Jawa Timur meningkatkan konsolidasi untuk mengantisipasi sejumlah hal. Praktik politik uang menjadi salah satu yang diwaspadai.

“Kami awasi ketat, termasuk serangan fajar, jangan sampai masuk. Kami jaga di kampung-kampung daerah kami masing-masing,” kata Ketua FPI Jawa Timur Habib Haidar Al Hamid.

FPI Jatim memiliki anggota kurang lebih delapan ribu orang. “Itu belum simpatisan dan majelis-majelis,” kata Haidar.

Serangan fajar adalah sebutan untuk praktik politik uang. Menurut Haidar, biasanya pelaku politik uang beraksi malam hari menjelang pemungutan suara. “Dua hari sebelum pemungutan suara kami akan all out,” kata Haidar.

Haidar percaya diri Prabowo-Sandiaga tengah menuju kemenangan. “Anda tidak usah lihat dari kelompok Prabowo-Sandi. Anda lihat dari kelompok pasangan calon nomor urut 01. Kepanikan sudah menunjukkan kalau mereka akan kalah. Kalau lihat tren Prabowo-Sandi, di mana saat mereka datang berkampanye massanya sepi? Membludak semua. Jadi arus bawah ini sudah sadar,” katanya.

FPI adalah salah satu pendukung militan Prabowo dan Sandiaga. Imam besar FPI Habib Rizieq Shihab pernah mengatakan, ada sejumlah alasan untuk mendukung Prabowo dan Sandiaga. Beberapa alasan itu antara lain Prabowo Subianto-Sandiaga Uno adalah capres-cawapres hasil ijtima ulama; Prabowo-Sandi setia kepada Pancasila dan UUD 1945 yang sejati untuk membela agama dan bangsa dan negara; Prabowo-Sandi menandatangani pakta integritas di hadapan para habaib dan ulama yang menghadiri Ijtima Ulama.

Prabowo-Sandi juga dinilai Rizieq cinta dan hormat kepada ulama dan menolak serta menentang kriminalisasi terhadap ulama. Mereka juga tidak memusuhi agama Islam maupun agama lainnya. “Prabowo-Sandi membawa harapan Indonesia untuk ke arah baru yang lebih baik,” katanya dalam video yang ditayangkan saat kampanye akbar di area dalam Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (7/4/2019).  [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar