Politik Pemerintahan

Erick Tohir: Jokowi Sosok Pemimpin Sejati

Jakarta (beritajatim.com) – Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-KH. Ma’ruf Amin menyatakan, Jokowi merupakan sosok pemimpin sejati yang dewasa dan memahami tata krama berpolitik. Meski telah mengantongi keunggulan lebih dari 10 juta suara, Jokowi tetap meminta TKN dan para pendukungnya menanti keputusan resmi KPU.

“Pada konferensi pers setelah pencoblosan, Pak Jokowi sudah tekankan untuk bersabar dan tunggu hasil hitungan KPU. Jokowi tunjukkan keteladanannya. Saya kira inilah sosok pemimpin sejati,” ujar Ketua TKN Jokowi-Amin Erick Thohir, di hadapan pewarta asing, di War Room TKN, Gedung HighEnd, Jakarta, Selasa (30/4).

Erick Thohir meminta publik melihat hasil quick count ataupun real count yang telah berjalan saat ini sebagai pembanding data KPU. Dari hasil tersebut, masyarakat bisa melihat jika ada kecurangan yang dilakukan oleh KPU.

Berdasarkan data real count TKN, Jokowi-Amin telah memperoleh 47,2 juta atau 56,18% suara, berselisih lebih dari 10 juta suara dibandingkan Prabowo-Sandi sebesar 36,8 juta atau 43,82% suara. Hasil ini selaras dengan data real count KPU. Di mana Jokowi-Amin meraih 56,06% suara dan Prabowo-Sandi 43,94% suara.

“Kenaikan jumlah pemilih dalam Pemilu 2019 yang signifikan menjadi 81% atau 164 juta pemilih yang menggunakan hak suara merupakan indikasi Pemilu 2019 sukses. Ini jelas menjadi hasil yang bagus buat Jokowi-Amin,” tegas Erick.

Pihak-pihak yang merasa adanya kecurangan dalam pelaksanaan pemilu diimbau segera melaporkannya ke pihak Bawaslu sebagai pengawas pemilu. Tentu saja, lanjut Erick, laporan mereka harus dilengkapi dengan bukti-bukti yang kuat.

Sementara itu, Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto mengungkapkan, pembentukan war room sebagai instrumen pengecekan hasil pemilu. Dari hasil rekapitulasi internal, TKN bisa memiliki data pembanding hasil pemilu yang dilakukan KPU. Dengan demikian, TKN menjadi mudah mendeteksi jika terjadi kecurangan penghitungan suara.

Pembentukan pusat rekapitulasi merupakan hal yang lumrah di setiap ajang pemilu. Hampir semua parpol peserta pemilu melakukan hal yang sama. “Ini kan common practice di setiap pemilu. PKS juga melakukan hal yang sama pada 2014 untuk Prabowo-Hatta. Jadi ini untuk check and balance,” tegas Hasto.

Berdasarkan pemantauan war room, TKN menjamin, metode yang digunakan dalam real count internalnya mengikuti kaidah statistik yang berlaku umum. Bahkan, data C1 yang diinput harus dikirim oleh saksi-saksi 01 yang memegang mandat. [hen/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar