Politik Pemerintahan

Enggan Pilih Kucing dalam Karung, Forum Legislator-PWI Jember Sepakati Diskusi Bulanan

Jember (beritajatim.com) – Sejumlah legislator terpilih dalam pemilu 2019, baik DPR RI, DPRD Jawa Timur, dan DPRD Jember, sepakat membentuk forum diskusi bulanan bersama Persatuan Wartawan Indonesia setempat. Sasaran diskusi adalah pembangunan di Kabupaten Jember selama ini.

“Kami semua ini adalah anggota DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten yang dipilih langsung oleh rakyat. Tugas kami sudah pasti ke depannya, komunikasi yang buntu antara legislatif dengan eksekutif harus selesai,” kata Charles Meikyansyah, calon legislator terpilih DPR RI dari Partai Nasional Demokrat.

Ide diskusi bulanan ini muncul, setelah sejumlah legislator lintas partai berkumpul dan buka puasa bersama di Pondok Pesantren Baiturrahman di Kelurahan Gebang, Sabtu (25/5/2019) malam kemarin. Mereka yang hadir antara lain Charles Meikyansyah (caleg DPR RI dari Nasdem), Muhammad Fawait (caleg DPRD Jatim dari Gerindra), Ahmad Halim (caleg DPRD Jember dari Gerindra), David Handoko Seto (caleg DPRD Jember dari Nasdem).

Hadir pula Achmad Fadil Muzakki Syah, putra KH MUzakki Syah, dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesai Jember Edi Sigit Maryanto. Rencananya, semua legislator dari Jember di semua tingkatan akan dihubungi untuk bergabung dalam forum ini tanpa melihat latar belakang partai.

“Saya bilang kepada Ketua PWI Jember: kita buat (dialog dan diskusi) sebulan sekali di rumah rakyat, gedung DPRD Kabupaten Jember. Semua yang pro dan tidak pro, yang mendukung dan tidak mendukung, harus duduk bareng,” kata Charles.

Nantinya, dialog dan diskusi itu untuk mengevaluasi kinerja pemerintahan daerah selama lima tahun terakhir. “Apakah boleh dilanjut ataukah kemudian harus ada tokoh-tokoh baru yang harus dimunculkan. Kalau (forum diskusi) ini terjadi, semua harus dibuka di atas meja, semua diperlihatkan dengan data, baik data dari BPS (Badan Pusat Statistik), Bank Indonesia, atau data-data lembaga dunia sekalipun,” kata Charles.

Charles tidak khawatir forum diskusi itu bakal dituduh macam-macam oleh Pemerintah Kabupaten Jember. “Karena diawali dari rasa cinta terhadap rakyat Jember. Kita melihat daerah-daerah di sekitar Jember tumbuh. Lumajang dengan Pak Thoriq (Bupati Thoriqul Haq) tumbuh, begitu juga Bondowoso. Jangan lagi ditanya Banyuwangi. Bagaimana dengan Jember? Ini yang kita buka di atas meja. Jadi kalau dibilang ini forum oposisi atau pro (dengan pemerintah daerah) sekarang, saya pikir bukan,” kata jurnalis Metro TV itu.

“Kalau ini jadinya, siapapun harus duduk (bersama): bupati, legislator, polisi, ulama, guru ngaji, guru, dan sampai pembuat infrastruktur harus duduk semua. Sehingga masyarakat mendapat gambaran yang jelas bagaimana kondisi Jember sekarang. Masyarakat ini siapa? Ya ada yang di Jember, Surabaya, sampai di Jakarta, karena dengan sistem kepartaian hari ini, semua diputuskan di pusat. Mereka harus mendapat pasokan data yang memang obyektif. Pasokan data yang kemudian mereka bisa bilang: oh ini memang yang benar,” kata Charles.

“Ketika memilih apapun tidak memilih kucing dalam karung. Jadi kita tahu nih, ini kucing apa dulu: kucing garong, kucing Persia, atau kucing apa,” kata Charles.

Charles berharap semua pihak yang ingin melihat Jember maju terlibat dalam forum diskusi ini. “Jadi kalau ada yang tidak ingin melihat Jember maju, ya berarti dia tidak terlibat di situ. Ketika nanti di forum ini diundang, harusnya sebagai bentuk kecintaan, dia hadir. Kalau tidak hadir, dia bagaimana? Tinggal teman-teman bilang: yang tidak hadir, tidak cinta dengan kemajuan,” kata alumnus Himpunan Mahasiswa Islam ini. [wir/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar