Politik Pemerintahan

Empat Kabupaten Adopsi Inovasi Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) – Sebanyak empat kabupaten ramai-ramai datang ke Banyuwangi untuk mengadopsi dan mengembangkan program-program inovasi dari Banyuwangi. Dua di antaranya adalah Bupati Lebak Provinsi Banten, Iti Octavia Jayabaya, dan Wakil Bupati Semarang Provinsi Jawa Tengah, Ngesti Nugraha.

Selain dua daerah tersebut, terdapat Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan dan Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah yang juga turut mengadopsi program inovatif Banyuwangi.

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengatakan, Banyuwangi telah mengalami lompatan yang signifikan dalam tujuh tahun terakhir. Terutama, dari segi penataan dan pengembangan pariwisata.

“Inilah yang menginspirasi kami datang kemari. Lebak memiliki karakter yang hampir sama dengan Banyuwangi. Sebagai kabupaten terluas di Provinsi Banten, kepemilikan lahan masyarakat relatif kecil karena sebagian lahan merupakan kawasan hutan lindung, wilayah PTPN VIII, dan perhutani. Kami ingin belajar bagaimana mensinergikan sumber-sumber daya ini menjadi satu keunggulan yang dapat mendukung sektor pariwisata sehingga bisa menjadi trigger untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Iti, Kamis (28/02/2019).

Selain pariwisata, Iti juga ingin belajar tata kelola pemerintahan. “Kami juga ingin belajar e-SAKIP. Banyuwangi SAKIP nya sudah A, Lebak masih BB. Semoga setelah belajar dari sini, Sakip kami bisa meningkat,” imbuhnya.

Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha juga mengatakan hal yang senada. Kedatangannya ini untuk belajar tata kelola pemerintahan dan pemberdayaan potensi daerah.

“Kalau kami ingin sharing tentang e-planning, sistem pengelolaan keuangan desa berbasis online e-village budgetting, e-health, dan masih banyak lainnya. Intinya kami ingin belajar banyak hal dari Banyuwangi yang sangat fenomenal ini,” kata Ngesti.

Sejumlah program inovasi Banyuwangi yang akan diadopsi oleh ke-empat daerah antara lain perihal e-kinerja, mal pelayanan publik, e-village budgetting (evb), ekonomi kreatif, pengembangan pariwisata, perbaikan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP), hingga Sistem Informasi Perencanaan, Penganggaran, Pengelolaan Keuangan Daerah Terpadu (Simral).

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menjelaskan bahwa pihaknya merasa senang dengan kehadiran daerah lain ke Banyuwangi. Selain bisa sharing tentang berbagai program yang telh dikembangkan masing-masing pihak.

“Kami senang apa yang dilakukan Banyuwangi bisa menginspirasi daerah lain di Indonesia. Era kompetisi telah usai. Yang harus dilakukan adalah saling berkolaborasi agar daerah bisa maju bersama-sama. Sampai saat ini, Banyuwangi juga masih terus belajar dan berbenah. Jika ada inovasi daerah lain yang kami rasa bisa diterapkan di Banyuwangi, ijinkan kami untuk mereplikasinya,” pungkasnya. [rin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar