Politik Pemerintahan

Emil: Tak Mungkin Mas Ipin Tinggalkan Tugas karena Tekanan Politik

Surabaya (beritajatim.com) – Bupati Trenggalek Emil Dardak mengaku telah melakukan komunikasi dengan Wakil Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin).

Komunikasi dilakukan pasca kabar Mas Ipin yang menghilang misterius selama 10 hari dan ternyata Sekretaris PW GP Ansor Jatim itu melakukan perjalanan ke Eropa mulai 11-19 Januari 2019.

Mas Ipin menghadiri sebuah acara di London, Inggris, bertajuk Public Lecture: How Big Data Affect the Future of Democracy: Case of Indonesia. Berlangsung di Djamal Lecture Theatre, SOAS, University of London, Bloomsbury London, acara ini diselenggarakan oleh Soas Indonesian Society.

Mas Ipin baru muncul pertama kali di publik pada Selasa (22/1/2019) kemarin menghadiri Istighotsah NU bersama KH Ma’ruf Amin di Stadion Menak Sopal Trenggalek.

“Saya sudah komunikasi dan menghubungi lewat WhatsApp, tapi akhirnya WhatsApp-nya kan masuk kemarin. Alhamdulillah, beliau sudah sharing kepada masyarakat juga, saya baru tahu keberadaannya,” kata Emil Dardak kepada wartawan di Sutos Surabaya, Selasa (22/1/2019) malam.

Ditanya wartawan mengenai rumor Mas Ipin ‘menghilang’ karena adanya tekanan politik soal jabatan Wabup Trenggalek baru, Emil membantahnya.

“Wah, anda, anda kalau berbicara begitu, meng-underestimate Mas Arifin. Masak karena tekanan politik, meninggalkan tugas, tidak mungkin lah. Saya tidak tahu beliau pergi (ke luar negeri). Silakan tanya sama bersangkutan, apakah pernah saya bicara soal wabup? Saya pernah bicara soal sekda, tapi tak pernah soal wabup. Saya baru tahu beliau pergi, setelah baca Instagram-nya,” pungkasnya. (tok/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar