Politik Pemerintahan

Eddwi dan Alfian Kembali Serukan Perdamaian untuk NKRI Harga Mati

Probolinggo (beritajatim.com) – Polres Probolinggo, secara maraton mengajak masyarakat setempat, menyudahi narasi yang dapat menimbulkan gesekan hingga perpecahan, pasca Pilpres 2019.

Kapolres Probolinggo, AKBP Eddwi Kurniyanto, menyatakan, sudah saatnya masyarakat Indonesia, kembali berdamai. Menolak segala bentuk ajakan atau seruan menimbulkan perpecahan dan kerusuhan. “Mari gelorakan tolak kerusuhan untuk (Indonesia) khususnya Kabupaten Probolinggo, agar tetap damai,” pinta Eddwi.

Pernyataan Eddwi ini, disampaikan pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke 73, di halaman Mapolres Probolinggo, Minggu (16/6) pagi. Masih kata Eddwi, perang kata-kata yang bisa memanaskan situasi, hendaknya tak lagi menjadi fokus masyarakat Probolinggo. “Bersama mari kita ‘ajegeh’ Probolinggo tetap damai,” sambungnya.

Eddwi, yakin bisa melewati sutuasi memanas pasca Pilpres 2019, karena demokrasi yang telah matang dan modal sosial keindonesiaan yang begitu kuat, tertanam dibenak masyarakat.

Untuk diketahui, HUT Bhayangkara kali ini, diawali dengan senam bersama di halaman Mapolres Probolinggo, melibatkan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Usai senam, acara dilanjutkan dengan jalan santai. Ratusan hadiah juga disediakan cuma-cuma bagi masyarakat dan diberikan melalui proses undian.

Ribuan peserta yang hadir, hanyut dalam jalan santai melintasi rute yang telah tetapkan panitia. Sebelum dilepas, mereka juga diajak menyerukan slogan “kerusuhan no, perdamaian yes”.

Diwaktu yang sama, ajakan menjaga perdamaian pasca pemilu, juga disampaikan Kapolres Probolinggo Kota AKBP. Alfian Nurrizal. Menurutnya, pada dasarnya Indonesia, adalah bangsa yang suka merangkul, bukan memukul; bangsa yang lebih suka kedamaian, bukan perceraian; bangsa yang gemar berbagi keriangan, bukan kemarahan. “Kami ingin masyarakat tetap rukun dan damai dalam jalinan bhineka tunggal ika, atau berbeda-beda suku bangsa namun tetap satu jua,” kata Alfian.

Pernyataan tersebut disampaikan pria kelahiran Madura itu, saat menggelar acara ‘Colour Run’, bersama Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Alun-alun Kota Probolinggo. Hadir pula dalam kesempatan itu, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pihak penyelenggara pemilu KPU dan Banwaslu. “Colour Run kita pilih sebagai wujud kecintaan terhadap Indonesia. Filosofi warna – warni colour run merupakan bentuk keragaman namun tetap dalam bingkai kebersamaan sebagai bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Ribuan peserta Colour Run yang hadir, juga nampak antusias.
Selain jalan sehat untuk kedamaian Indonesia, juga digelar senam aerobik bersama. Sejumlah hadia secara gratis juga dibagikan kepada para peserta. Ajang Color Run, juga menjadi momentumk mendeklarasikan tolak kerusuhan pasca Pemilu 17 April 2019 kemarin. [eko/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar