Politik Pemerintahan

Edarkan Sabu, Pekerja Catering Dibekuk Polsek Pare Kediri

Kediri (beritajatim.com) –– Petugas Unit Reskrim Polsek Pare meringkus dua pengedar narkotika jenis sabu-sabu. Mereka Kasidi (54) warga Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare dan Hendrik Suko Widodo (36) warga Desa/Kecamatan Pare.

Kapolsek Pare, Iptu I Nyoman Sugita mengatakan, awalnya petugas menerima informasi masyarakat apabila ada kegiatan transaksi narkoba. Kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan kedua pelaku.

“Unit Reskrim Polsek Pare berhasil mengamankan dua pelaku pengedar Narkotika jenis sabu-sabu, ” tutur Iptu I Nyoman Sugita, Senin (4/11/2019).

Awalnya petugas mengamankan Kasidi. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang cat mobil diamankan di rumahnya. Petugas menemukan Narkotika jenis sabu-sabu dengan berat 0,37 gram dalam klip plastik dan 1 ponsel Polytron warna putih.

Kasidi yang tak berkutik pada saat diamankan mengakui perbuatannya. Petugas kemudian mengintrogasi Kasidi asal muasal mendapatkan barang bukti tersebut. Kasidi mengaku membeli dari Hendrik Suko Widodo warga Desa/Kecamatan Pare yang bekerja sebagai catering makanan.

Petugas langsung melakukan penggerebekan dirumah Hendrik Suko Widodo. Dari tangan Hendrik petugas menemukan barang bukti Narkotika jenis sabu-sabu dengan berat 10,52 gram dalam klip plastik, 10, 41 gram dalam klip plastik, 3,09 gram dalam klip plastik, 1,50 gram dalam klip plastik dan uang sebesar Rp 1 juta.

“Hendrik berhasil kita amankan di rumahnya berserta barang bukti sabu-sabu yang disimpan di dalam lemari kamarnya,” ungkap Kapolsek Pare.

Petugas juga mengamankan seperangkat alat hisap meliputi 1 skrop warna kuning, 1 Skrop dari sedotan putih, 1 korek bensol, 2 korek bensol, 1 sedotan putih, 1 pipet, 1 timbangan elektrik, 1  kotak obat, 70 Klip Plastik, 1 dompet wanita warna hitam motif daun waru warna warni dan1 HP Nokia warna hitam.

Dari pengakuan Hendrik, mendapatkan barang bukti sabu-sabu dari Surabaya. Ia membeli sabu-sabu 1 gram seharga Rp 1 juta. Kemudian oleh Hendrik dijual lagi 1 gram seharga Rp 1,2 juta.

Pria yang bekerja sebagai tukang cattering makanan ini baru enam bulan menjadi pengedar sabu. Dia mengaku dalam dua pekan dia bisa mendapatkan keuntungan mencapai Rp 1 juta hingga Rp 2 juta. Setiap satu gramnya, Hendrik mengambil keuntungan sebesar Rp 200 ribu.

“Pelaku Hendrik ini pernah masuk tahanan dengan kasus ganja. Dia ditahan selama 6 tahun,” jelas Iptu I Nyoman. [nng/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar