Politik Pemerintahan

DPRD Jember Tidak Percaya Dinas Bina Marga Kesulitan Data Jalan Berlubang

Jember (beritajatim.com) – Komisi C DPRD Jember, Jawa Timur, tidak percaya dengan adanya kesulitan data jalan berlubang yang disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Yessiana Arrifah, dalam rapat dengar pendapat di gedung parlemen, Rabu (6/3/2019).

Yessiana mengaku tidak menemukan data jalan rusak, saat hendak melakukan perbaikan. “Data kerusakan jalan di mana saja itu tidak ada. Jadi bertahun-tahun memang sifatnya hanya instruksi top down, jalan ini mau diperbaiki. Padahal seharusnya tidak boleh membeda-bedakan. Di setiap ruas jalan harus ada buku catatan pemeliharaan. Tidak ada itu (buku),” katanya.

Selain itu Yessiana mengatakan kualitas pengaspalan jalan yang pernah dilakukan tidak sesuai harapan. “Kami cek juga juga hasil penambalan yang kemarin, tahun lalu. Dari wawancara kami, bukti kami di lapangan, memang kualitasnya tidak sesuai dengan yang kami harapkan. Ada prosedur yang tidak dilalui,” katanya.

Ketua Komisi C Siswono mengingatkan, bahwa Dinas PU Bina Marga adalah induk unit pelaksana teknis di kecamatan. “Siapapun Kepala PU-nya, saya rasa, laporan terhadap jalan yang rusak, yang memang perlu ditingkatkan, jalan yang berlubang, tinggal menanyakan kepada UPT di masing-masing kecamatan. Saya meyakini di UPT kecamatan ada data. Jangan terbelenggu dengan persoalan data karena orang baru. Masing-masing pengamat di kecamatan tinggal dikumpulkan kalau memang butuh data,” katanya.

Siswono ingin perbaikan jalan melibatkan pengamat di tingkat kecamatan. “Sehingga persoalan jalan berlubang betuk-betul clear dan segera dikerjakan,” katanya.

Jalan berlubang saat ini menjadi isu publik di Kabupaten Jember. Banyaknya jalan berlubang ini sudah meresahkan masyarakat. Komisi C DPRD Jember meminta data yang dihimpun Radio Prosalina, yang memang membuka ruang khusus untuk menerima laporan warga soal jalan berlubang. Berdasarkan data tersebut, ada 27 laporan masuk, sebagian menyebutkan adanya kecelakaan akibat jalan berlubang. “Setiap hari ada berita bahwa pengguna jalan sering terganggu dengan kecelakaan lalu lintas. Ada yang patah tulang,” kata Siswono.

Siswono meminta agar Pemerintah Kabupaten Jember hadir. “Masyarakat sudah sadar dengan haknya sebagai pembayar pajak kendaraan bermotor dan pajak lainnya. Harapannya ini berimbang dengan pelayanan yang menjadi hak publik,” katanya. [wir/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar