Politik Pemerintahan

DPRD Gresik Minta Dinas PUTR Percepat Lelang Proyek

Gresik (beritajatim.com)– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik, meminta mempercepat lelang proyek yang belum tuntas di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-TR).

Langkah ini diambil karena selama 2018 DPUTR mendapat catatan merah.

Terkait dengan itu, Komisi III DPRD Gresik mencatat ada 7 proyek yang tidak tuntas. Itu merupakan laporan dari dinas pekerjaan umum dan tata ruang (PUTR).

Ketua Komisi III DPRD Gresik Asroin Widyana menuturkan, tujuh proyek itu sudah dibahas bersama. Ada dua yang sudah bisa menyelesaikan pekerjaan. Yakni proyek Jalan Prupoh-Delegan dan Jalan KH Syafi’i.

“Komisi III tetap memberikan rekomendasi untuk dinas PUTR. Sebab, pola kerja yang sudah dua tahun berjalan harus diubah. Ini karena ada
proyek yang tidak tuntas,” tuturnya, Sabtu (12/01/2019).

Ia menambahkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan proyek tersebut tidak selesai. Salah satunya, lelang proyek yang terlambat. Baik yang menggunakan anggaran APBD I maupun P-APBD (perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah).

“Lelang proyek seharusnya dilakukan di awal tahun. Maksimal bulan Maret sudah ada proyek yang dikerjakan. Artinya, lelang harus selesai di bulan sebelumnya, dan jangan ditunda-tunda,” tambahnya.

Politisi asal Partai Golkar itu menambahkan, kekuatan finansial peserta lelang harus diperketat. Hal ini karena pihak kontraktor harus dipastikan punya dana. Sebab, masalah yang ditemukan di proyek-proyek yang tidak tuntas selalu terkait pendanaan yang tidak siap.

Tidak hanya itu lanjut Asroin, kontraktor juga harus konsisten. Proyek yang sejak awal dibintangi tidak boleh dipaksakan. Dirinya, memberi contoh pada Jalan Surowiti-Panceng. Proyek senilai Rp 3 miliar itu dinilai terlalu dipaksakan.

“Kalau dipaksakan progresnya tidak bagus. Pasalnya, sampai akhir Desember 2018 lalu, progresnya masih 40 persen. Namun, Dinas PUTR tetap ngotot menambah waktu pekerjaan.

“Kami juga menyoroti pekerjaan di jalan Harun Tohir. Meski terlambat, progresnya memang cukup bagus. Namun, ada beberapa pekerjaan yang tidak sesuai harapan. Paving yang dipasang bergelombang,” ungkapnya.

Kepala Dinas PUTR Gunawan Setiadji mengakui ada beberapa proyek yang mendapat evaluasi. Karena itu, aturan terkait peserta lelang akan diperketat. Khususnya terkait keuangan pihak rekanan.

“Kontraktor yang ikut lelang harus menyertakan rekening koran. Kontraktor yang tidak memiliki dana mencukupi tidak akan bisa ikut lelang proyek,” pungkasnya. [dny/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar