Politik Pemerintahan

DPMD Pamekasan Mulai Sosialisasikan Penggunaan DD 2020

Pamekasan (beritajatim.com) – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Pamekasan, mulai mensosialisasikan penggunaan dana desa tahun 2020 yang tertuang dalam petunjuk pelaksanaan teknis dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia.

Dalam regulasi tersebut, terdapat sebanyak 21 program prioritas penggunaan dana desa 2020. Di antaranya pelaksanaan pembangunan desa dengan pola padat karya tunai, penanganan kasus balita kerdil (stunting), pengembangan anak usia dini holistik terintegratif, serta pelaksanaan keamanan pangan di desa.

Selain itu juga terdapat pelayanan pendidikan bagi anak, pengembangan ketahanan dan kesejahteraan keluarga, pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, pembelajaran dan pelatihan kerja, pengembangan desa inklusi, dan pengembangan produk unggulan desa/kawasan perdesaan.

Termasuk juga pembentukan dan pengembangan BUMDes, pembangunan dan pengelolaan pasar desa, pembangunan embung desa terpadu, pengembangan desa wisata, pendayagunaan SDA, pengendalian perubahan iklim melalui mitigasi dan adaptasi, pencegahan dan penanganan bencana alam, dan kegiatan tanggap darurat bencana alam.

“Ketentuan ini mengacu pada Peraturan Menteri Desa (Permendes) PDTT Nomor 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa 2020. Khususnya tentang 21 program yang dijadikan sebagai prioritas dalam pembangunan desa,” kata Kepala DPMD Pamekasan, Ach Faisol, Kamis (7/11/2019).

Hanya saja dari total 21 program tersebut nantinya bisa dipilih sebagai program unggulan sesuai dengan potensi desa masing-masing. “Jika misalnya potensi desa pada bidang pariwisata, maka diprioritaskan menjadi desa wisata. Dalam artian program yang diutamakan atau mendapat prioritas desa,” ungkapnya.

“Tidak kalah penting, sistem informasi dan keterbukaan informasi desa beserta pemberdayaan hukum di desa juga menjadi prioritas program alokasi dana desa 2020,” sambung pria yang akrab disapa Pak Faisol.

Selain itu, pihaknya juga mulai melakukan sosialisasi tentang penggunaan dana desa sekaligus penentuan program prioritas. “Saat ini kami sudah mulai menyampaikan sosialisasi mengenai program prioritas ini ke masing-masing desa melalui para camat yang tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan,” pungkasnya. [pin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar