Politik Pemerintahan

DPKP Pamekasan Heran, RTLH Terbanyak Justru di Kota

Pamekasan (beritajatim.com) – Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Pamekasan, Muharram mengaku heran dengan hasil survei yang menyatakan rumah warga kurang mampu yang masuk kategori Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) terbanyak di kecamatan Pamekasan (Kota).

Berdasar survei yang dilakukan dalam beberapa bulan terakhir, tercatat sebanyak 2.600 unit rumah warga kurang mampu katagori RTLH yang tersebar di 10 kecamatan berbeda di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam.

Jumlah kedekatan tersebut meliputi kecamatan Batumarmar, Galis, Kadur, Larangan, Pagantenan, Pakong, Palengaan, Pamekasan (Kota), Pasean dan Waru. “Dan yang membuat kami heran, paling banyak RTLH dari 10 kecamatan berbeda justru di kecamatan Kota (Pamekasan),” kata Kepala DPKP Pamekasan, Muharram, Selasa (12/2/2019).

“Dengan kondisi seperti ini, wilayah perkotaan hanya nampak bagus. Kenyataannya justru sebaliknya, yakni masih banyak masyarakat perkotaan yang masih menghuni rumah katagori RTLH,” sambung Muharram.

Sementara tiga kecamatan lain yang belum tercover, saat ini masih dalam proses survei. Meliputi kecamatan Pademawu, Proppo dan Tlanakan. “Ketiga kecamatan ini masih dalam proses survei,” jelasnya.

Namun pihaknya enggan menjelaskan secara detail seputar RTLH yang akan direnovasi pada 2019. “Jadi untuk tahun ini akan disediakan sekitar 1,500 unit rumah yang akan diperbaiki melalui bantuan pemerintah pusat,” tegasnya.

“Untuk setiap unit (rumah), masing-masing bakal mendapatkan dana sekitar Rp 15 juta. Nominal tersebut berdasar pada pengalaman (perbaikan RTLH) tahun lalu,” pungkasnya. [pin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar