Politik Pemerintahan

Jika Jadi Bupati Jember

Djoko Susanto Janjikan Perizinan Mudah untuk Investor

Djoko Susanto, salah satu kandidat bupati Jember

Jember (beritajatim.com) – Djoko Susanto, salah satu kandidat bupati Jember, menyatakan birokrat adalah pembantu dan rakyat adalah juragan dalam hal pelayanan publik. Prinsip yang harus dikedepankan adalah mudah dan menyenangkan.

“Mudah artinya pembantu harus merapatkan diri kepada juragan. Menyenangkan tentunya mudah, ramah. Kalau bicara sistem, negara ini sudah punya sistem dan regulasi,” kata Djoko, dalam dialog publik yang digelar Universitas Jember dan Persatuan Wartawan Indonesia bertema pelayanan publik, di Warung Kembang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (19/11/2019).

Djoko mengatakan, pelayanan publik penting. “Tapi sebetulnya lebih penting lagi bagaimana memakmurkan masyarakat Jember. Kata kuncinya adalah bagaimana kita mengikhtiarkan uang yang beredar di Kabupaten Jember banyak. Kalau uang yang beredar banyak, tentu ada peluang kerja dan terus bergulir,” katanya.

“Bagaimana cara mengikhtiarkannya? Pertama, sumber dana yang namanya APBD bagaimana dimaksimalkan realisasinya dengan tepat sasaran. Kedua, banyak saudara-saudara kita yang sementara ini, kata orang tua, ‘uangnya disimpan di bawah bantal’. Bagaimana kita dorong agar uang itu diinvestasikan. Tentunya kita tak bisa sekadar mendorong, tapi ada iming-iming. Pertama, kalau perlu kita pastikan bahwa investasi ini akan untung,” kata Djoko.

“Perizinan di Jember kita buat simpel saja. Sederhana saja. Investor yang dari luar daerah kita dorong masuk, dengan iming-iming investasi akan untung. Tapi tidak sebatas itu saja. Tapi bagaimana mengikat investor dari luar tadi memanfaatkan keuangannya, dengan cara dia buka kantor cabang di Jember,” kata Djoko. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar