Politik Pemerintahan

Disnaker Malang: Program Transmigrasi Masih Diminati

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang, menyebutkan, sejauh ini masyarakat di wilayahnya masih cukup antusias dengan program transmigrasi.

Malang (beritajatim.com) – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang, menyebutkan, sejauh ini masyarakat di wilayahnya masih cukup antusias dengan program transmigrasi.

 

Hal tersebut disampaikan Kepala Disnaker Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo, di sela-sela menerima kunjungan kerja dari Komisi B DPRD dan Dinas Penanaman Modal Layanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja, Kabupaten Rembang, Senin (11/3/2019) siang.

“Untuk transmigrasi, animo masyarakat masih cukup besar. Khusus program Transmigrasi kedepan tidak hanya diperuntukkan untuk warga masyarakat yang kurang mampu tapi juga yang punya skill,” ujar Yoyok.

Disnaker meyakini, masyarakat yang memiliki skill akan dapat mengembangkan potensinya jika mengikuti program transmigrasi tersebut. “Agar dia bisa mengembangkan skill yang dimilikinya di daerah lain,” sambung Yoyok.

Yoyok melanjutkan, hingga saat ini kendala yang dihadapi Disnaker adalah jatah kuota. Kuota transmigrasi itu diatur oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) serta Pemerintah Provinsi.

Yoyok juga mengakui jika anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Malang, masih belum mampu untuk memenuhi program transmigrasi tersebut.

“Tahun ini kita dapat animo (kuota) dua, ya kita harus berjuang terus, kalau transmigrasi ini ingin eksis, bagaimana menggugah masyarakat yang punya skill untuk mau ikut transmigrasi. Terus koordinasi dengan kementerian dan provinsi, agar kita dapat jatah kuota yang lebih,” Yoyok mengakhiri. (yog/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar