Politik Pemerintahan

Ramadan dan Lebaran

Disnak Jatim: Stok Daging Sapi, Ayam dan Telur Aman

Surabaya (beritajatim.com) – Pemprov Jatim melalui Dinas Peternakan (Disnak) memastikan bahwa stok daging sapi, daging ayam dan telur di bulan Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 1440 H nanti masih aman.

“Masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan kurangnya stok daging, baik sapi dan ayam, juga telur di Jatim. Kami memastikan ketersediaan daging sapi dan ayam juga telur masih aman dan harga masih dalam batas kewajaran,” tegas Kadisnak Provinsi Jatim, drh Wemmi Niamawati kepada wartawan di kantornya, Rabu (8/5/2019).

Ditinjau dari ketersediaan bahan pokok asal peternakan (daging sapi, daging ayam ras serta telur ayam ras) tampak cukup tersedia, dan bahkan ada kelebihan yang dapat dimanfaatkan untuk membantu pemenuhan kebutuhan provinsi lain.

Berdasarkan data Disnak Jatim, daging sapi pada bulan Mei 2019, ketersediaan mencapai 8.508 ton dan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi baik dalam dan luar provinsi sebesar 8,112 ton. Artinya, masih ada surplus 396 ton.

Begitupula pada bulan Juni 2019, untuk ketersediaan mencapai 14.054 ton, untuk memenuhi kebutuhan konsumsi baik dalam dan luar provinsi sebesar 13.520 ton. Masih ada surplus 534 ton. Dengan catatan, seekor sapi setara dengan 187,5 kg.

Untuk daging ayam pada bulan Mei 2019, untuk ketersediaan mencapai 30.451 ton untuk memenuhi kebutuhan konsumsi baik dalam dan luar provinsi sebesar 26.183 ton. Masih ada surplus 4.268 ton.

Begitu pula pada bulan Juni 2019, untuk ketersediaan mencapai 49.404 ton untuk memenuhi kebutuhan konsumsi baik dalam dan luar provinsi sebesar 43.639 ton. Masih ada surplus 5.765 ton. Dengan catatan, seekor ayam setara dengan 1,2 kg karkas.

Sedangkan untuk telur ayam ras pada bulan Mei 2019, untuk ketersediaan mencapai 60.201 ton, untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam dan luar Jatim 39.511 ton. Masih surplus 20.691 ton.

Pada bulan Juni 2019, untuk ketersediaan mencapai 61.296 ton untuk memenuhi kebutuhan konsumsi baik dalam dan luar provinsi sebesar 60.509 ton. Maka, masih ada surplus 787 ton. Dengan catatan 1 kg telur mendapatkan 17 butir telur.

“Jadi, semuanya aman untuk sektor peternakan ini baik daging sapi, daging ayam dan telur,” tuturnya.

Terkait harga psikologis, lanjutnya, biasanya memang terjadi pada bulan puasa, Idul Fitri 1440 H, antara H-3 hingga H+3 Lebaran. “Pada hari-hari besar tersebut dengan perkiraan kenaikan sebesar 10-20 persen,” katanya.

Wemmi juga menjelaskan, Disnak Jatim juga melangsungkan upaya alternatif pemecahan masalah untuk menghambat laju kenaikan serta terjadinya fluktuasi harga. Di antaranya seperti, pelaksanaan koordinasi dengan kabupaten/kota se-Jawa Timur, pelaku usaha, asosiasi dan Satgas Pangan yang sudah dilakukan sejak April 2019 di Disnak Jatim.

Koordinasi ini untuk menjaga ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan transportasi serta mengutamakan pemenuhan kebutuhan dalam provinsi sebelum mengirim produknya ke wilayah lain.

Selain itu, Disnak Jatim juga melakukan pemantauan lapangan ke produsen atau peternak, asosiasi, RPH dan pasar dalam rangka melihat langsung kesiapan pasokan dan harga yang berkembang di masyarakat. “Harga masih di bawah yang telah dipatok Menteri Perdagangan,” ujarnya.

Penyebarluasan informasi harga dan persediaan atau stok bahan pokok peternakan melalui berbagai media, lanjut Wemmi, juga penting dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang membutuhkannya.

Upaya lainnya yang dilakukan Disnak Jatim yaitu mengedukasi kepada masyarakat untuk membiasakan mengkonsumsi daging unggas beku melalui media massa dan kampanye mengkonsumsi produk olahan, agar tidak tergantung pada ketersediaan daging ayam segar/hangat karena kualitasnya tidak kalah .

“Kami juga mengimbau kepada pelaku usaha peternakan mengadakan Pasar Murah untuk memenuhi animo masyarakat akan produk yang dibutuhkan. Dan, upaya selanjutnya menyelenggarakan pasar murah dengan melibatkan pelaku usaha, asosiasi, koperasi, Bulog serta masyarakat umum,” pungkasnya. [tok/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar