Politik Pemerintahan

Disebut Layak Masuk Bursa Pilwali Surabaya 2020, Ini Jawaban Suparto Wijoyo

Surabaya (beritajatim.com) – Disebut sebagai akademisi yang layak masuk ke bursa Pilwali Kota Surabaya 2020, pakar hukum lingkungan asal Unair Suparto Wijoyo buka suara kepada beritajatim.com, Selasa (27/11/2018).

Sosok Suparto Wijoyo sesungguhnya tak asing lagi di dunia politik dan pemerintahan. Dikutip dari laman resmi Unair, tercatat Ia pernah atau sedang menjabat di beberapa posisi di asosiasi publik mitra pemerintah.

Sebut saja Ikatan Ahli Perubahan Iklim Indonesia, Kadin Jawa Timur, Ikatan Ahli Lingkungan Hidup Indonesia, Jatim Lawyers Club, dan Dewan Lingkungan Hidup.

Pada kesempatan ini, Suparto mengatakan jika Ia sama sekali belum terpikir terkait melangkah masuk ke dunia politik. Terlebih lagi di kontestasi kepala daerah. \”Belum kepikiran di ranah politik praktis, tapi cukup berkhitmat dalam kota,\” katanya.

\”Sampai batas terluar, saya tetap di pendelum kampus dan kampung. Kampus tempat menjaga nalar sementara kampung untuk menjalarkan gagasan dalam bingkai. Sekali akademisi tetap akademisi meski punya peran multifungsi,\” tegasnya.

Sebelumnya, sebagai informasi, Peneliti senior Surabaya Survey Center Surokim Abdussalam menilai kebutuhan pembangunan di Kota Pahlawan saat ini juga membutuhkan sentuhan akademisi.

\”Surabaya butuh pemimpin yang punya visi membangun kota masa depan dengan pemahaman technical enginering kota kuat untuk memahami kebutuhan pembangunan lingkungan. Ini penting, sehingga bisa membuat Surabaya kian ramah dan hijau,\” kata Rokim, Senin (26/11/2018).

\”Para akademisi di bidang kepakaran ilmu sosial ini juga penting. Kenapa? Karena mereka bisa membuat formula agar pembangunan di Kota Metropolitan seperti Surabaya bisa menjadi lebih humanis,\” jelas Rokim.

Beberapa nama yang dianggap layak pun turut Ia sebutkan. \”Ada mantan Rektor ITS M. Nuh yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan. Lalu pakar komunikasi politik asal Unair Suko Widodo,\” jelas Rokim, Selasa (27/11/2018).

\”Kemudian ada pula pakar politik Unair Aribowo, dan pakar hukum lingkungan Unair Suparto Wijoyo,\” tambahnya. [ifw/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar