Politik Pemerintahan

Dikaitkan Bursa Pilwali Surabaya 2020, Foto Suko Widodo dan Puti Guntur Beredar

Surabaya (beritajatim.com) – Di tengah munculnya gagasan jika Suko Widodo layak untuk meramaikan bursa Pilwali Kota Surabaya 2020, beredar foto pakar komunikasi politik itu bersama Puti Guntur Soekarno.

Sosok Puti Guntur pun akhir-akhir ini juga sering disebut bakal turut berlaga di Pilwali Kota Surabaya dan menjadi suksesor Wali Kota Risma. Jelas saja, kemunculan foto itu bersamaan dengan opini akademisi layak masuk bursa calon Kepala Daerah di Surabaya menimbulkan pertanyaan publik.

Akankah Suko Widodo mendampingi Puti Guntur di Pilwali Kota Surabaya 2020? Terlebih lagi, bukan pertama kali ini nama Suko dikaitkan dengan bursa Kepala Daerah. Pada Pilkada Serentak 2018 lalu Ia sempat disebut bakal menjadi Calon Wakil Wali Kota Madiun mendampingi Wali Kota Madiun saat ini, Maidi.

Dikonfirmasi langsung, Suko Widodo memilih memberikan teka-teki. Pernyataan yang Ia berikan dapat diartikan beragam. \”Politik itu ilmu segala kemungkinan, Mas,\” katanya sembari tersenyum. \”Tetapi saya akan lebih menjadi seorang guru. Itu passion saya,\” lanjutnya dengan senyum yang semakin penuh teka-teki.

Sebelumnya, sebagai informasi, Peneliti senior Surabaya Survey Center Surokim Abdussalam menilai kebutuhan pembangunan di Kota Pahlawan saat ini juga membutuhkan sentuhan akademisi.

\”Surabaya butuh pemimpin yang punya visi membangun kota masa depan dengan pemahaman technical enginering kota kuat untuk memahami kebutuhan pembangunan lingkungan. Ini penting, sehingga bisa membuat Surabaya kian ramah dan hijau,\” kata Rokim, Senin (26/11/2018).

\”Para akademisi di bidang kepakaran ilmu sosial ini juga penting. Kenapa? Karena mereka bisa membuat formula agar pembangunan di Kota Metropolitan seperti Surabaya bisa menjadi lebih humanis,\” jelas Rokim.

Beberapa nama yang dianggap layak pun turut Ia sebutkan. \”Ada mantan Rektor ITS M. Nuh yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan. Lalu pakar komunikasi politik asal Unair Suko Widodo,\” jelas Rokim, Selasa (27/11/2018).

\”Kemudian ada pula pakar politik Unair Aribowo, dan pakar hukum lingkungan Unair Suparto Wijoyo,\” tambahnya. [ifw/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar