Politik Pemerintahan

Dianggap Kurang Modal, Gus Hans Bandingkan Dirinya dengan Risma

Surabaya (beritajatim.com) – KH Zahrul Azhar As’ad alias Gus Hans menganggap jika tudingan tokoh muda masih kurang modal untuk berkontestasi di Pilwali Surabaya bukanlah masalah berat.

Dirinya justru membandingkan ketika Wali Kota Tri Rismaharini maju di Pilwali untuk pertama kali di tahun 2010.

“Menurut saya bukan masalah besar, Bu Risma dulu punya modal apa? Kalo tidak disupport penuh oleh Bambang DH dan media mainstream saat itu?” ujar Gus Hans, Selasa (16/7/2019).

“Kalo melihat dari Bu Risma maka yang paling penting adalah modal sosial. Kalau modal finansial, dari mana finansial Bu Risma yang hanya pegawai negeri?” lanjutnya.

Bagi Gus Hans, saat ini yang terpenting adalah rekam jejak dari masing-masing calon. “Di era sekrang sudah tidak laku lagi orang yang mengandalkan keturunan atau tali persaudaraan dengan elite. Yang penting adalah track record dari para calon tersebut, masyarakat skrng tinggal googling sudah tahu siapa siapa saja mereka,” bebernya.

Di sisi lain, banyaknya tokoh muda yang turut meramaikan bursa Pilwali Surabaya 2020 ini turut direspon positif oleh pria yang pernah menjadi Jubir Tim Kampanye Khofifah-Emil itu.

“Saya melihat makin banyak makin baik, ini menunjukkan Ibu Kota Jatim ini tidak kekurangan stock calon calon leader dengan track record masing masing,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pakar komunikasi politik asal Unair, Suko Widodo, kepada beritajatim.com, menyebutkan jika tokoh muda di bursa Pilwali Surabaya memiliki beberapa kekurangan besar. “Simplenya kurang modal,” ujarnya.

“Modal yang bagaimana? Berdasarkan riset kualitatif yang pernah saya lakukan, butuh 4 modal penting untuk maju di Pilkada. Apa saja? Modal personal yakni visi misi dan rekam jejak jelas, modal sosial yakni jejaring dengan masyarakat, modal materi untuk logistik kampanye, dan terakhir modal motor partai. Nah, para tokoh muda ini rata-rata kurang modal di modal personal dan sosial. PR besar bagi mereka jika memang ingin serius maju,” tambah pria yang akrab disapa SW ini.

Lebih lanjut, pada riset kualitatif yang dilakukan, Suko Widodo menjaring ada beberapa nama yang dianggap cukup punya peluang untuk berada di bursa Pilwali.

“Tapi ya itu tadi, modal mereka masih kurang,” tegasnya.

“Siapa saja? Ada Azrul Ananda, Abraham Sridjaja, Dhimas Anugrah, dan juga Gus Hans,” pungkas Doktor lulusan Unair ini.

Sebagai informasi, riset kualitatif itu dilakukan dengan cara melakukan Focus Group Discussion (FGD) dengan berbagai pihak. Nama-nama yang disebut masuk pun mengacu pada pemberitaan di media massa selama 6 bulan terakhir.[ifw/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar