Politik Pemerintahan

Dialog Bareng KOMPI, Eri Cahyadi Buka Suara Pilwali Surabaya 2020

Surabaya (beritajatim.com) – Komunitas Milenial Peduli Indonesia (KOMPI) Surabaya akhirnya mampu membuat sosok Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi buka suara terkait namanya yang masuk ke bursa bakal calon Wali Kota Surabaya.

Seperti diketahui sebelumnya, nama Eri Cahyadi masuk ke dalam pusaran nama-nama yang diprediksi akan menggantikan Wali Kota Risma, selain Whisnu Sakti Buana (Wakil Wali Kota Surabaya), Dhimas Anugrah (Intelektual muda/Partai Solidaritas Indonesia), dan Gus Hans (Sekjen Jaringan Kiai Santri Nasional).

Dalam dialog ‘Diskusi Milenial: Menghadapi Tantangan Klasik Kota Besar’ yang digelar KOMPI, Eri Cahyadi akhirnya buka suara untuk pertama kalinya terkait isu Pilwali Surabaya.

Meskipun nampak enggan merespon pertanyaan terkait bursa Pilwali Surabaya 2020, tetapi ketika didesak untuk memberi sedikit komentar Eri pun akhirnya sedikit mengemukakan pandangannya. Ia mengatakan bahwa setiap partai pastinya sudah memiliki calon dan programnya masing-masing.

“Saya hanya ingin fokus dalam menyelesaikan tugas-tugas saya dalam memperbaiki tata ruang kota dan perekonomian kerakyatan sesuai dengan amanah yang diberikan masyarakat kepada saya,” ujarnya.

Eri menilai bahwa amanah rakyat adalah pondasi dan kekuatannya dalam menyelesaikan tugas-tugasnya sebagai birokrat. “Saya tidak akan pernah mau menggadaikan harga diri dan jabatan saya hanya untuk berkuasa,” ujar Eri tegas.

Di sisi lain, Dalam diskusi tersebut, KOMPI turut menyoal berbagai isu. Termasuk masih tingginya tingkat pengangguran di kota Surabaya.

Isu tersebut mendapat respons menggembirakan dari Eri Cahyadi. Ia menyatakan, dirinya dan Bappeko sedang melakukan penanganan serius dalam menyejahterakan dan mengurangi tingkat pengangguran yang ada di Kota Pahlawan.

“Banyak sekali gagasan saya dalam menjalankan penataan tata ruang kota Surabaya melalui ‘Program Blusukan’. Dalam program blusukan, bisa menerima banyak keluhan warga yang meminta solusi mengenai bagaimana memajukan perekonomian PKL di kota Surabaya, bagaimana melakukan pengaturan dan kebersihan kota Surabaya,” kata Eri.

Kepada seluruh jejaring komunitas milenial Kompi Surabaya, Eri pada momen ini turut menyatakan bahwa infrastruktur adalah pondasi utama dalam kemajuan bangsa. Hal tersebut ia akui telah mendorongnya untuk bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat demi memajukan dan memperbaiki infrastruktur kota Surabaya agar perekonomian di kota ini bertumbuh pesat.

Pada kesempatan yang sama, Ketua KOMPI Nico Makapedua,mengatakan bahwa ia bersama rekannya menyadari urusan membangun dan mengelola kota memang tidak semudah yang dibayangkan banyak orang. “Menata kota besar memang membutuhkan skill. Apa lagi Surabaya, menata kota ini tidak mudah. Kita perlu menguasai detil tata kota modern,” ujarnya.

“Surabaya beruntung punya Bu Risma dan orang-orang yang cakap di sekitar beliau. KOMPI berterima kasih atas keras Bu Risma dan tim, secara khusus juga kepada Pak Eri Cahyadi yang saat ini hadir bersama kami,” lanjut Nico.[ifw/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar