Politik Pemerintahan

Desa Sumberagung Tekan Resiko Bencana lewat API-PRB

Malang (beritajatim.com) – Desa Sumberagung, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, menjadi salah satu sasaran program Adaptasi Perubahan Iklim dan Pengurangan Resiko Bencana (APIK-USAID) pada tahun 2016-2017 lalu.

Untuk menunjang program tersebut menjadi lebih baik, Desa Sumberagung pun mempersiapkan dengan membentuk forum API-PRB. Dalam forum yang terdiri dari seluruh stake holder desa, baik tokoh masyarakat dan perangkat desa, tokoh masyarakat dn perangkat desa, melalui forum tersebut seluruh perencanaan dalam rangka memperkecil dampak perubahan iklim serta menekan risiko bencana, akan dilakukan secara berkesinambungan.

Sesuai dengan namanya API-PRB, forum ini membuat perencanaan setiap tahunnya yang akan diajukan dalam Musrenbang tingjat desa. Selanjutnya, lewat Musrenbang, bisa diusulkan atau masuk dalam anggaran APBDESA atau APBD milik desa.

Pada tahun 2018, desa Sumberagung menganggarkan dalam APBDesa untuk kegiatan pengurangan risiko bencana dan perubahan iklim ini sebesar Rp.50 juta.

Dimana anggaran tersebut, digunakan untuk pembangunan kamar mandi hemat air dan pembangunan tandon air hujan serta pemasangan jalur evakuasi dibeberapa titik di desa. “Ada 25 titip pemasangan jalur evakuasi. Kenapa kita anggarkan untuk itu, perlu diketahui dari hasil kajian risiko bencana yang dilakukan dulu ketika di dampingi fasilitator dari APIK-USAID, kita temukan bahwa ancaman bencana yang paling besar di desa kami adalah bencana longsor,” ungkap Sekdes Sumberagung, Suwandi, Minggu (20/1/2019).

Menurut Suwandi, ketika musim hujan rawan longsor. Sedang musim kemarau dilanda kekeringan. Dari hasil kajian tersebut maka forum API-PRB desa melakukan kajian dan menyusun program sesuai dengan hasil kajian awal bersama APIK-USAID. “Kami dari desa sangat mendukung dan merespon itu, karena memang menjadi kebutuhan warga desa kami dan kemudian kami masukkan sesi dengan usulan warga didalam APBDESA,” paparnya.

Suwandi melanjutkan, harapan kedepan warga semakin mengerti ancaman bencana yang ada disekitarnya. Juga, mampu melakukan antisipasi dini. “Kami dari desa terus berupaya agar warga terfasilitasi dalam menghadapi ancaman bencana tersebut,” urainya.

Suwandi menambahkan, bersama warga saat ini juga konsen membangun kamar mandi hemat dan tandon air hujan sebagai antisipasi ketika musim kemarau. Termasuk, pemasangan jalur evakuasi sebagai antisipasi ketika musim hujan dan terjadi bencana longsor. “Sosialisasi terus kita lakukan kepada warga, agar ketika terjadi bencana warga sudah tahu mereka harus melakukan apa dan lari kemana. Anggaran kebencanaan dalam APBDESA ini sebesar Rp.50 juta,” pungkas Suwandi. (yog/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar