Politik Pemerintahan

Dengan Dana PAK, Penindakan Truk Over Tonase di Ponorogo Akan Massif

Ditindak : Pegawai Dishub Ponorogo mengecek muatan truk.(foto : Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Upaya dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ponorogo untuk menertibkan secara masif truk yang over tonase kian akan jadi kenyataan. Pasalnya dinas yang berkantor di Kelurahan Tajug tersebut, akan menerima dana Perubahan Anggaran Kerja (PAK) pada bulan Oktober mendatang sebesar Rp. 24 juta.

”Penertiban akan kita mulai pada bulan depan, sebab dananya cair ya pada bulan Oktober nanti,” kata Kepala Dishub Ponorogo Djunaedi, Jumat (13/9/2019).

Dana tersebut, kata Djunaedi dianggap cukup untuk mengatasi keterbatasan
tenaga dan biaya operasional penindakan dump truk. Dia menyebut dengan uang tersebut, pihaknya bisa melakukan penertiban secara kontinyu selama tiga bulan. Dengan rincian sebulan dianggarkan Rp. 8 juta, dan dalam satu kali operasi membutuhkan biaya Rp. 1 juta.

” Jadi mulai bulan Oktober akan ada penindakan, dilaksanakan seminggu dua kali,” katanya.

Selama ini Dishub mempekerjakan tenaga khusus untuk membantu melakukan penertiban truk bermuatan lebih. Tenaga khusus ini bertugas menurunkan muatan yang kedapatan membawa muatan yang melebihi kapasitas.

”Cara ini dianggap lebih efektir untuk memberikan efek jera bagi pemilik tambang maupun armada,” ungkap Djunaedi.

Sebelum melaksanakan penindakan, pihak Dishub sudah melayangkan surat edaran ke pemilik tambang untuk mensosialisasikan adanya penindakan penertiban pada Oktober mendatang. Terkait penindakan penurunan paksa truk yang mengangkut muatan lebih.

”Nanti kami menargetkan satu hari akan bisa menindak 10 kendaraan yang nakal,” katanya.

Kemudian setelah proses tersebut terlaksana, Djunaedi menyebut akan menjadi bahan evaluasi untuk tahun depan. Apakah nanti tetap menggunakan bantuan tenaga khusus tersebut atau dengan laporan banyaknya pekerjaan dari pegawai Dishub. Sebab tahun depan akan menggunakan sistem tunjangan kinerja (tukin).

”Proses penindakan ini akan kita evaluasi, apakah pakai tenaga khusus atau tidak,” pungkasnya.(end/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar