Politik Pemerintahan

Demokrat: Tak Ada Tekanan ke Wabup Trenggalek

Surabaya (beritajatim.com) – Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Trenggalek, Mugianto menyikapi menghangatnya situasi sosial politik di Trenggalek. Yang disebabkan tidak adanya kabar Wakil Bupati Trenggalek selama beberapa hari.

Mugianto melalui rilisnya kepada beritajatim.com, Selasa (22/1/2019) menepis isu yang beredar bahwa ada kaitan erat hal tersebut dengan tekanan terhadap Wakil Bupati Trenggalek baru yang akan datang.

“Agar tidak menimbulkan keresahan dan berbagai spekulasi di Trenggalek, ada baiknya tidak melempar isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Seperti ada yang mengatakan bahwa Pak Wabup ‘menghilang’ karena ada tekanan terkait jabatan wabup dan sekda baru. Ini sangat tidak relevan,” kata Mugianto yang juga Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Trenggalek ini.

“Ini harus substansial dalam melihat permasalahnnya dan jangan membuat isu-isu yang kontraproduktif. Wabup dan sekda baru ada proses yang harus ditempuh. Kalau calon wabup yang akan datang, lima partai pengusung (Demokrat, PDIP, Gerindra, Golkar dan PAN) harus diajak bicara, sampai saat ini belum ada pembicaraan ke arah sana. Lah kok tiba-tiba ada yang menyampaikan di media massa absennya wabup karena alasan tersebut,” imbuhnya.

Menurut dia, ranah wabup baru adalah ranah koalisi partai pengusung dan DPRD Kabupaten Trenggalek.

Selanjutnya, permasalahan substansinya yang harus diusut tuntas adalah penyebab wabup selama berhari-hari tidak masuk tanpa keterangan. “Biarkan yang berwenang melakukan upaya-upaya penegakan sesuai aturan perundang-undangan. Gubernur Jawa Timur dalam statemen di media juga sudah jelas, kalau memang ada pelanggaran ya harus siap menerima sanksi,” pungkasnya. [tok/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar