Politik Pemerintahan

Demo Warga Pager Warnai Pelantikan Kades di Ponorogo

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni

Ponorogo (beritajatim.com) – Pelantikan 117 kades terpilih di Pendopo Kabupaten Ponorogo juga diwarnai unjuk rasa oleh belasan orang dari warga Desa Pager Kecamatan Bungkal di depan komplek kantor Bupati. Untuk keempat kalinya, mereka menuntut dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pilkades di desanya.

“Kami akan melakukan unjuk rasa, bahkan akan mengerahkan massa yang lebih banyak sampai ada keputusan dari pemerintah maupun bupati,” kata Agung Risky Saifudin, kordinator aksi warga Desa Pager, Jumat (14/6/2019).

Dia menilai pemerintah belum memberikan keputusan yang nyata dari sengketa pilkades Desa Pager. Tuntutan PSU yang mereka suarakan selama ini juga bukan tanpa alasan. Pihak pendukung cakades 01 (Agusdian Mustofa) ini menuding ada kecurangan dalam proses pemungutan suara pada 20 Mei lalu. Karena mendapati 2 surat suara yang hilang. Selain itu selisih perolehan hanya 2 suara dengan cakades 02 (Setyarini) yang memenangi pilkades. “Usut tuntas kecurangan pilkades di Desa Pager. Dan beri kami kejelasan supaya keadaannya aman dan kondusif,” katanya.

Tidak adanya kejelasan hasil pilkades di desanya, kata Agung membuat kondisi masyarakat disana terbelenggu oleh pilihan masing-masing. Pasca pemungutan itu warga tidak bisa membaur satu sama lain. “Harapan kami segera dilakukan PSU dan mengusut kecurangan yang terjadi,” pungkasnya.

Sengketa pilkades Desa Pager saat ini tinggal menunggu keputusan dari Bupati Ipong Muchlissoni. Sampai saat ini pihaknya masih mempertimbangkan keputusan yang akan dibuatnya.Apakah akan melantik cakades terpilih (Setyarini) atau mengabulkan tuntutan PSU dari warga. “Dari sisi aturan, harus dilantik. Kecuali ada pertimbangan lain sesuai pandangan subjektif bupati,” kata Ipong.(end/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar