Politik Pemerintahan

Debat Cagub DKI Lebih Menarik daripada Capres, Ini Solusinya…

Jember (beritajatim.com) – Dua kali debat calon presiden dan wakil presiden masih kalah menarik dibandingkan debat saat pemilihan gubernur DKI Jakarta. Debat pilpres putaran berikutnya harus lebih menarik dan eksploratif.

“Mereka (calon gubernur dan wakilnya di DKI) bertarung soal ide ke depan seperti apa. Sementara di debat pilpres masih belum ada pertarungan ide Indonesia ke depan seperti apa,” kata Hermanto Rohman, pengajar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Hermanto menilai sejumlah persoalan krusial kenegaraan belum tersentuh dalam dua kali debat. Ini dikarenakan calon petahana lebih memaparkan capaian keberhasilan dan calon presiden penantang lebih memakai bahasa diplomatis.

“Debat kemarin lebih banyak menguntungkan incumbent, karena lebih banyam mengekaplorasi keberhasilan. Semestinya Prabowo jangan larut dan hany mengkritisi. Semestinya Prabowo punya pembanding untuk terobosan ke depan,” kata Hermanto.

Hermanto menyarankan Prabowo agar meniru Anis Baswedan Sandiaga Uno saat debat pilgub DKI. Mereka bicara program kongrit. “Misalkan program Oke Oce,” katanya. Penjelasan program lebih mudah dipahami dan ditangkap publik. (wir/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar