Politik Pemerintahan

Dapat Hibah Tanah 5100 M dari Warga, Pemkab Ponorogo Siap Bangun Rumah Sakit di Ngrayun

Penandatangan serah terima hibah tanah antara perwakilan ahli waris Alm. Parto Yuwono dan Bupati Ipong Muchlissoni.

Ponorogo (beritajatim.com) – Rencana Pemkab Ponorogo untuk membangun puskesmas rawat inap atau rumah sakit tipe D di Kecamatan Ngrayun kayakanya akan segera terealisasi. Pasalnya, ada warga yang menghibahkan tanahnya di Desa Selur Ngrayun kepada Pemkab setempat.

“Jadi para ahli waris dari bapak Parto Yuwono ini menemui saya yang intinya menjalankan wasiat orangtuanya untuk mewakafkan sebagian tanahnya untuk kepentingan umum,” kata Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, Kamis (11/7/2019).

Ipong menceritakan awalnya para ahli waris ini menterjemahkan kepentingan umum itu untuk dibangun kantor kecamatan menggantikan kantor yang sudah ada. Namum, Ipong menyebut jika dibangun kantor kecamatan itu prosesnya agak rumit. Harus ada alasan dan tinjauan sosiologinya, kenapa kantor kecamatan itu harus dipindah. “Saya menawarkan untuk dibangun yang lain, misalnya puskesmas rawat inap atau rumah sakit tipe D,” kata bupati yang berlatarbelakang pengusaha itu.

Gayung bersambut, para ahli waris dari Bapak Parto Yuwono dan Ibu Murdiah itu menyetujui. Momen itu, kata Ipong juga sangat pas. Karena kebetulan waktu mereka datang berniat menghibahkan tanah, saat itu pihaknya juga berencana akan membangun fasilitas kesehatan di Kecamatan Ngrayun. Sebab, lanjut Ipong puskesmas yang ada pasti over capacity, selalu penuh.

“Tanah yang dihibahkan itu sebesar 5100 meter persegi. Namun jika suatu saat Pemkab akan melakukan perluasan pembangunan mereka siap menghibahkan lagi. Karena masih sisa 5000 meter persegi yang saat ini dikelola oleh Pemdes Selur,” katanya.

Sementara itu perwakilan keluarga ahli waris, Budi Darmono mengungkapkan orangtuanya Bapak Parto Yuwono dan Ibu Murdiah berpesan kepada salah satu anaknya untuk mewakafkan sebagian tanahnya untuk kepentingan manusia. Dan setelah ahli waris semua dikumpulkan bermusyawarah disepakati untuk dihibahkan ke pemerintah daerah.

“Awalnya kami ingin untuk memindahkan kantor kecamatan. Namun Pemkab mengusulkan untuk puskesmas atau rumah sakit. Kami ikut saja karena sama-sama demi kemaslahatan orang banyak,” pungkasnya. (end/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar