Politik Pemerintahan

Cerita Politisi PSI Ikut Uji Kelayakan Bacawawali di PDIP

Gunawan

Surabaya (beritajatim.com) – Ikut mendaftar sebagai Bacawawali di penjaringan yang dibuka oleh PDIP, politisi PSI Gunawan menceritakan kisahnya selama mengikuti uji kelayakan kepada beritajatim.com pada hari Rabu (18/9/2019). Menurutnya, ujian yang digelar meliputi beberapa hal.

“Kami para diinterview dengan 3 panelis pengetahuan sekitar 3 pilar dan hubungannya. Apa itu 3 pilar? 3 pilar adalah Partai, Legislatif dan Eksekutif. 3 pilar harus bersinergi, saling menunjang, saling melengkapi,” katanya.

“Seperti saat ini, untuk mengikuti Pilwali Sby 2020 mendatang, harus mendapat rekom dari partai sebagai kendaraan politik yang mengantarkan sang Bacawali tersebut untuk bisa duduk sebagai Eksekutif. Meski sudah bisa menduduki tampuk Eksekutif, Eksekutif tidak bisa berdiri sendiri. Eksekutif harus bekerjasama dengan Legislatif. Ibarat hendak membangun sebuah bangunan, Legislatif adalah Arsitek atau tukang gambarnya sedang Eksekutif sebagai Insinyur atau tukang bangunnya,” tambah Gunawan.

Persoalan biaya pun, menurut pria yang sempat berkontestasi di Pileg 2019 sebagai Caleg DPRD Provinsi Jatim ini juga tak luput jadi bahasan. “Saya diingatkan akan konsekuensi bila ikut dalam konsestasi Pilwali yaitu biaya politik yang cukup besar seperti biaya promosi, biaya survey, biaya saksi,” ujarnya.

“Bisa dihitung sendiri berapa biaya yang dibutuhkan bila 8.000 TPS yang ada di Surabaya membutuhkan masing-masing 1 saksi taruhlah dengan uang pengganti transport sebesar 200rb/orang. Sudah 1.6M bukan? Selain itu saksi masih dibuktikan untuk mengawasi saat Rekapitulasi Suara di 31 kecamatan,” lanjut Gunawan.

Disinggung terkait respon partainya, Gunawan memastikan hal itu bukan menjadi masalah. “Respon PSI dalam hal ini DPD dan DPW PSI sangat mendukung kader nya yang berusaha menjalin komunikasi politik dengan partai lain antara lain mendukung pendaftaran saya dalam mengikuti seleksi di PDIP,” pungkasnya. [ifw/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar