Politik Pemerintahan

Camat dan Enam Lurah di Sampang Dipanggil DPRD

Pertemuan Camat dan enam lurah penerima Alokasi Dana Kelurahan dengan Komisi 1 DPRD Sampang

Sampang (beritajatim.com) – Realisasi Alokasi Dana Kelurahan (ADK) di enam Kelurahan se-Kabupaten Sampang, masih saja menimbulkan Polemik. Terbukti, Camat Sampang dan enam Lurah beserta konsultan perencana, konsultan pengawas, Selasa (3/12/2019) pagi, dipanggil oleh Komisi 1 DPRD setempat.

Aulia Rahman Sekretaris Komisi 1 DPRD Sampang mengatakan, pemanggilan Camat, Lurah dan konsultan pengawas ini, untuk mengklarifikasi peruntukan dan sistem pekerjaan kegiatan fisik ADK. “Diduga dalam proyek ADK ini ada sesuatu yang disembunyikan karena saat ditanya kontrak dengan pihak rekanan Camat Sampang tidak bisa menujukan berkas,” terangnya.

Lebih lanjut, politisi Demokrat ini menambahkan, padahal saat melakukan pemangilan kepada Camat dan lurah pihaknya telah memberitahukan kepada yang bersangkutan untuk membawa berkas termasuk kontrak dengan pihak ketiga. “Kami kecewa, karena data yang kami minta tidak ada, padahal sesuai undangan sudah jelas, apalagi kontraktornya tidak ada yang datang,” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Sampang, Yudhi Adidarta saat dikonfirmasi mengungkapkan, ADK di enam kelurahan yang ada di Kabupaten Sampang, sudah terealisasi baik fisik maupun non fisik.

“Kalau nanti ada temukan kami akan rapat dan berkoordinasi dengan Dinas terkait. Semua langkah akan kita koordinasikan dengan Dinas terkait, karena kita bukan orang teknis apalagi ADK ini baru pertama kali,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, Enam Lurah yang dipanggil yakni, lurah Gunung Sekar, Palagan, Rongtengah, Dalpenang, Karang Dalam dan Banyuanyar. Masing-masing lurah menerima dana ADK murni dan perubahan dengan total per kelurahan Rp 1, 1 Miliar. [sar/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar