Politik Pemerintahan

Caleg Partai Demokrat Yang Dukung Jokowi-Ma’ruf Aman dari Sanksi

Ponorogo (beritajatim.com) – Viralnya baliho caleg partai Demokrat di Ponorogo yang mendukung pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf membuat DPC partai setempat langsung mengkonfirmasi kepada caleg bersangkutan.

“Tiba-tiba kok viral di WA, kami langsung konfirmasi kepada calegnya,” kata Sekjen DPC Partai Demokrat Ponorogo, Edy Iswahyudi saat ditemui, Jumat (5/4/2019).

Edy mengungkapkan pihaknya meminta caleg tersebut mencopot baliho yang terlanjut dipasang tersebut. Karena sudah jelas itu bukan anjuran dari partai Demokrat. “Mungkin hari ini balihonya sudah dicopot kok,” katanya.

Ditanya soal sanksi yang diberikan oleh Partai Demokrat untuk calegnya itu? Edy mengungkapkan sanksi hanya disuruh melepas baliho saja. Karena pengakuan caleg yang bersangkutan, baliho itu yang buat dan pasang dari relawan bukan dirinya. “Hanya disuruh lepas baliho saja,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya caleg partai Demokrat untuk DPRD Ponorogo yang balihonya viral di group-group WhatsApp karena mendukung capres dan cawapres nomor urut 01 mengungkapkan, bahwa baliho itu yang membuat dan memasang para relawannya yang dalam pilpres cenderung mendukung duet Jokowi – Ma’ruf. “Baliho itu yang membuat dan memasang relawan tapi sudah izin saya,” kata Neni Eviliana, caleg bersangkutan saat ditemui wartawan.

Caleg partai Demokrat nomor urut 7 DPRD Ponorogo itu menjelaskan jika dirinya secara pribadi memang mendukung capres dan cawapres Jokowi-Ma’ruf. Meskipun partai Demokrat sesuai dengan keputusan pusat mengusung pasangan calon nomor urut 02. Menurutnya, selama ini relawan-relawan yang mendukung dirinya kebanyakan untuk pilpres condong ke Jokowi-Ma’ruf. “Jadi untuk caleg mereka pilih saya, sedangkan untuk pilresnya pilih Jokowi-Ma’ruf,” ungkapnya.

Neni mengatakan sejak baliho itu dipasang, banyak sekali orang yang menghubungi. Terutama dari elit DPC Partai Demokrat Ponorogo. Dirinya mengaku juga sudah minta maaf. Karena mungkin sudah dianggap berseberangan atau membelot dengan keputusan partai pengusungnya.

Ditanya jika nanti mendapat sanksi dari partai? Neni dengan mantap menjawab sudah siap. Karena memang itu sudah menjadi resiko dirinya. “Kalau pilihan presiden ini memang dari hati, dan tidak bisa dipaksakan,” pungkasnya. [kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar