Politik Pemerintahan

Caleg Hanura Minta Dapil II Jember Coblosan Ulang

Jember (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Cabang Partai Hati Nurani Rakyat Kabupaten Jember, Jawa Timur, tak akan mempersoalkan kelalaian tercantumkannya nama almarhum calon legislator dalam surat suara pemilu ke jalur hukum. Namun, Ketua DPC Hanura Jember Ismail berpendapat perlu ada solusi jelas mengenai hal ini.

Almarhum caleg yang dimaksudkan adalah Sugeng Hariyadi, calon legislator DPRD Jember nomor urut 5 di Daerah Pemilihan II dari Partai Hanura. Dia seharusnya sudah digantikan Ariandri Shifa Laksono. Pasalnya, DPC Hanura sudah resmi mengajukan pergantian nama itu sebelum penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) dan sudah diterima KPU Jember.

Ismail mengatakan hal ini merugikan partainya, terutama Ariandri. “Bagaimana pun, konstituen mau nyoblos. Berhubung tidak ada, akhirnya tidak jadi nyoblos,” katanya, Jumat (26/4/2019).

Menurut Ismail, ada caleg Hanura dan caleg dari partai lain yang ingin pemilihan ulang. “Kemarin saya undang dua orang caleg Hanura Dapil II. Saya tanya keinginannya apa,” katanya. Ternyata mereka menginginkan adanya pemungutan suara ulang di Daerah Pemilihan II Kabupaten Jember, yang meliputi Kecamatan Silo, Kalisat, Sumberjambe, dan Ledokombo.

Alasan mereka rasional. “(Pemungutan suara) kemarin sama halnya tidak sah, karena salah satu peserta tidak diikutsertakan. Padahal itu sudah resmi. Ini untuk keadilan yang memang harus dijaga, seharusnya coblosan ulang untuk Dapil II. Tapi kalau melihat masalah finansialnya, saya kira KPU keberatan,” kata Ismail.

DPC Hanura akan membicarakan persoalan ini dengan Ariandri. “Kalau untuk Hanura sendiri mungkin ada penambahan suara, tapi kami tidak tahu besar kecilnya. Saya sendiri tidak ingin menyepelekan nama Ariandri. Tapi secara keorganisasian, sudah menjadi kewajiban kami menjembatani caleg dengan KPU. Kami kawal sampai di KPU dan Bawaslu terkait masalah ini, karena dia Caleg Hanura,” kata Ismail.

“Kalau memang si caleg bisa diajak bicara dan nantinya ada solusi lain selain coblosan ulang, saya monggo-monggo saja. Yang penting caleg dan KPU ngomong baik-baik,” kata Ismail. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar