Politik Pemerintahan

Cabut Izin X2X Family Karaoke, Satpol PP Kota Mojokerto Tunggu Ini

foto/ilustrasi

Mojokerto (beritajatim.com) – Pasca ditangkapnya empat orang saat bertransaksi narkoba di X2X Family Karaoke, Pemkot Mojokerto akan melakukan penutupan tempat karaoke di Jalan Pahlawan, Kota Mojokerto tersebut. Saat ini, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) masih menunggu hasil evaluasi Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Terkait dengan pencabutan izin operasional tempat hiburan malam, hotel, rumah kos serta kafe, Satpol PP sendiri mengacu pada Perda Nomor 3 Tahun 2013 tentang Ketertiban Umum. Sanksi pencabutan izin operasional ini lantaran tempat hiburan malam tersebut digunakan sebagai lokasi transaksi narkoba.

Kepala Satpol PP Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono mengatakan, pihaknya masih koordinasikan dengan DPMPTSP terkait dengan perizinannya. “Nanti akan kami koordinasikan dengan kepolisian, BNNK dan DPMPSTP untuk segera mengevaluasi perizinan karaoke tersebut,” ungkapnya, Kamis (19/9/2019).

Pasalnya, lanjut Dodik, hingga saat ini pihaknya masih belum menerima hasil kajian terkait perizinan rumah karaoke tersebut dari DPMPSTP Kota Mojokerto. Sebagai lembaga penegak perda, Satpol PP baru bisa mengambil langkah pasca hasil evaluasi itu turun. Wali Kota Mojokerto sendiri, tegas Dodik, memberikan atensi terkait pencabutan izin tempat karaoke tersebut.

“Tempat karaoke yang diketahui digunakan untuk penyalahgunaan narkoba, saksinya terancam izinnya bisa dicabut. Sanksi ini juga berlaku bagi seluruh rumah kos, hotel, kafe, serta tempat karaoke. Kedepan, jika ada ditemukan baik dari BNNK maupun kepolisian langsung kita segel,” katanya.

Sebelumnya, dalam penggerebekan pertama Minggu (18/8/2019), polisi meringkus tersangka Ari Wibowo (30) warga Desa Bendung, Kecamatan Jetis dan Ariadi (23) warga Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.

Dari penangkapan tersebut, petugas menyita barang bukti berupa 0,42 gram sabu, ponsel serta sepeda motor Honda BeAt nopol S 6567 TG. Sementara pada, Senin (19/8/2019), polisi meringkus bandar sabu yang berada di salah satu room karaoke X2X.

Yaitu Khasan Efendi (37) asal Desa Carat, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan dan Rendra Kusdiantoro (34) warga Desa Pungging, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. Petugas menyita 167 gram sabu milik Khasan dan 3,8 gram sabu milik Rendra. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar