Politik Pemerintahan

Bupati Sidoarjo Inginkan Frontage Road Waru-Buduran Segera Dibangun

Sidoarjo (beritajatim.com) – Sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) Pemkab Sidoarjo tahun 2017 dan 2018 relatif cukup tinggi. Tahun 2017 Silpa Sidoarjo mencapai Rp 864 miliar sedangkan tahun 2018 Silpa Sidoarjo mencapai Rp 1 triliun rupiah.

Sejumlah langkah preventif dan langkah proaktif telah disiapkan Pemkab Sidoarjo agar pelaksanaan realisasi anggaran tahun 2019 penyerapannya bisa sesuai dengan target yang sudah direncanakan.

Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah menyampaikan saat ini pihaknya telah menyiapkan langkah preventif dan langkah proaktif dalam menekan angka Silpa. “Evaluasi penyerapan akan dipantau sejak anggaran triwulan ke I tahun 2019,” kata Bupati Saiful Ilah saat membuka acara “Ekspose realisasi pengadaan barang/jasa dan realisasi penyerapan anggaran triwulan I tahun 2019″ di Pendopo Delta Wibawa, Senin (15/4/2019).

Tahun 2019, Kabupaten Sidoarjo memiliki total APBD sebesar kurang lebih 4,846 triliun rupiah. Terdiri dari Belanja Tidak langsung sebesar Rp 2,399 triliun dan belanja langsung sebesar Rp 2,447 triliun.

Sampai dengan triwulan I 2019, belanja tidak langsung yang sudah terealisasi sebesar Rp 320 miliar atau sebesar 13,35% dan belanja langsung sebesar Rp 171 miliar atau sebesar 6,99%.

“Dari realisasi belanja langsung sebesar Rp 171 miliar, Rp 19 miliar adalah belanja pegawai, Rp 146 miliar adalah belanja barang dan jasa dan 6 miliar merupakan belanja modal,” Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sidoarjo, Muhammad Nur.

Dari aspek realisasi pengadaan barang/jasa, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Sidoarjo, Sanadjihitu Sangaji melaporkan, diawali dengan penyusunan rencana umum pengadaan.

Pada Bulan Februari, semua OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo telah mengumumkan 11.059 paket pengadaan di dalam SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan) yang meliputi semua jenis pengadaan, baik pengadaan langsung, e-purchasing, tender cepat, dan tender atau seleksi.

Khusus pengadaan barang/jasa melalui tender dan seleksi, terdapat 492 paket pengadaan. Adapun Target triwulan satu sejumlah 204 paket.

Namun sampai saat ini jumlah paket yang baru diusulkan untuk diproses di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, berjumlah 66 Paket Pengadaan, yang terdiri dari, 7 Paket Pengadaan Barang, 38 Paket Pengadaan Jasa Lainnya, 12 Paket Pengadaan Jasa Konsultansi dan 9 Paket Pekerjaan Konstruksi.

“Kabupaten Sidoarjo merupakan daerah pertama di seluruh Indonesia yang mengumumkan paket pengadaannya dengan jumlah paket terbanyak,” terang Sangaji.

Sangaji menjelaskan, jumlah paket masih belum memenuhi target pengajuan paket, terutama untuk pengajuan paket pekerjaan konstruksi yang pada triwulan 1 2019. Hal ini dikarenakan beberapa hal, yaitu sebagian besar paket pekerjaan konstruksi masih menunggu perencanaan konstruksinya selesai.

“Selain itu juga karena adanya masa transisi regulasi pengadaan yang baru, yakni Peraturan Menteri PU yang mengatur petunjuk teknis pelaksanaan pengadaan di bidang konstruksi, dan baru dikeluarkan akhir bulan Maret 2019,” papar dia.

Khusus untuk paket pengadaan strategis seperti frontage road, saat ini dalam proses tender paket MK (manajemen konstruksi). Pembangunan jalan frontage road mulai dari wilayah kecamatan Waru sampai dengan wilayah kecamatan Buduran yang selama ini menjadi sorotan publik karena proses pembangunannya sampai sekarang belum rampung mendapat perhatian serius dari Bupati Saiful Ilah.

“Saya berharap proyek frontage road ini segera dibangun. Untuk itu Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air segera melakukan langkah-langkah percepatan, termasuk permasalahan lahan warga,” kata Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah.

H. Saiful llah juga menginginkan untuk paket konstruksi juga dapat dikonsolidasikan, sehingga proses pengadaannya akan lebih efisien, cepat dan mempunyai kualitas pekerjaan yang sama. [isa/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar