Politik Pemerintahan

Safari Ramadan 1440 H

Bupati Pamekasan Promosikan Sarung dan Batik Tulis

Pamekasan (beritajatim.com) – Bupati Pamekasan, Badrut Tamam mempromosikan sarung dan baju tulis hasil perajin batik di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam. Promosi. Tersebut disampaikan di sela-sela Safari Ramadan 1440 H, yang digelar di Pendopo Kecamatan Galis, Pamekasan, Sabtu (25/5/2019).

Bahkan dalam momentum tersebut, bupati muda yang akrab disapa Ra Badrut juga menginstruksikan jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pamekasan agar menggunakan pakaian batik pada Hari Raya Idul Fitri 1440 H mendatang.

“Kami mengajak para pejabat di lingkungan Pemkab Pamekasan, agar baju baru dan sarung barunya saat Lebaran nanti menggunakan batik. Batik hasil kerajinan warga Pamekasan,” kata Baddrut Tamam.

Promosi tersebut dilakukan sebagai upaya membantu dan menyejahterakan para peajin maupun pedagang batik di Pamekasan. “Seperti kita ketahui, satunya-satunya pakaian yang diproduksi oleh masyarakat Pamekasan saat ini adalah batik,” ungkapnya.

“Sehingga penggunaan batik saat lebaran sama halnya dengan membantu para perajin batik tulis di Pamekasan. Hal ini merupakan salah satu bagian dari ikhtiar kami mempromosikan dan mendongkrak penjualan batik Pamekasan,” jelasnya.

Selain promosi, hal itu juga dilakukan sebagai bentuk realisasi gerakan berbelanja ke warung tetangga seperti yang dicanangkan sebagai salah satu program kerja saat mencalonkan diri sebagai bupati bersama Raja’e.

Bupati Pamekasan, beserta jajaran berpose bersama dengan mengenakan sarung batik khas daerah berslogan Bumi Gerbang Salam.

“Dari itu, pada kegiatan Safari Ramadhan kali ini, kami juga meminta agar semua pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Pamekasan menggunakan sarung batik Pamekasan. Khususnya saat lebaran nanti,” imbaunya.

Kabupaten Pamekasan merupakan satu dari empat kabupaten di Madura, yang sebagian bergantung pada penghasilan usaha batik tulis. Jumlah perajin batik tulis di Pamekasan tersebar di 38 sentra batik dengan total sebanyak 933 usaha. Bahkan sekitar 6.526 orang menggantungkan nasibnya melalui jenis usaha batik.

Nilai ekonomi usaha batik juga menyumbang satu hingga dua persen dalam sektor batik, atau lebih rendah dari sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang mencapai angka sebesar 35,66 persen yang menempati urutan pertama.

Sementara urutan kedua ditempati sektor perdagangan besar dan eceran dengan kontribusi mencapai angka sebesar 19,61 persen, disusul sektor konstruksi dengan kontribusi sebesar 10,12 persen.

“Industri batik di Pamekasan, memiliki kaitan erat dengan program kerja yang kami gagas. Apalagi industri kreatif juga cukup relevan di era industri 4.0, termasuk program wirausahawan baru maupun jenis program lainnya,” tegasnya.

Hal tersebut juga sebagai upaya mendorong berkembangnya industri batik dengan melakukan pembinaan, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), pengembangan alat bantu berupa teknologi, serta upaya memperluas akses pemasaran melalui kegiatan promosi sistemik.

“Kebijakan ini untuk menguatkan rasa memiliki dan bangga akan hasil produk lokal para pembatik itu termasuk imbauan semua mobil dinas di masing-masing OPD punya motif batik tulis Pamekasan,” pungkasnya. [pin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar