Politik Pemerintahan

Bupati Pamekasan Ajak Mahasiswa Melek Politik dan Antisipasi Hoax

Pamekasan (beritajatim.com) – Bupati Pamekasan, Badrut Tamam mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya mahasiswa untuk bersama melek politik. Sekaligus meningkatkan kesadaran politik dengan mengantisipasi berbagai informasi hoax yang cenderung memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Pamekasan, yang digelar di Auditorium Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan, Sabtu (30/11/2019). Sekaligus berbagi pengalaman bersama mahasiswa perguruan tinggi yang terletak di Jl Raya Palengaan (Palduding) Nomor 2 Pamekasan.

Apalagi dalam sosialisasi yang mengusung tema ‘peningkatan kesadaran politik masyarakat dalam rangka membangun budaya demokrasi bagi generasi milenial’, dinilai sangat tepat menyongsong perkembangan zaman yang semakin maju dan cenderung lebih cepat.

“Saat ini kita dihadapkan pada suatu perubahan yang sangat cepat, hal ini tidak lepas dari bergulirnya era revolusi industri yang bergerak lebih cepat dibandingkan apa yang kita perkirakan, mulai dari era 4.0 yang sekarang bergeser ke era 5.0,” kata Bupati Pamekasan, Badrut Tamam.

Selain itu, pihaknya juga menilai jika selama ini masyarakat justru memiliki kecenderungan untuk menyimpulkan terhadap berbagai informasi. Bahkan tidak jarang justru termakan oleh informasi yang tidak valid yang memicu pada aspek perpecahan.

“Seperti kita ketahui, saat ini masyarakat termasuk juga pemuda dan mahasiswa justru lebih percaya terhadap isu yang kurang valid di tengah sumber daya yang mempuni di era disrupsi ini. Sehingga dibutuhkan cara yang luar biasa untuk menghasilkan out put yang luar biasa,” ungkapnya.

Kondisi tersebut tidak hanya terjadi di lingkup Bumi Gerbang Salam semata, tetapi hal itu justru terjadi dalam skala nasional atau bahkan internasional. Tidak terkecuali dalam sektor politik. “Generasi saat ini dihadapkan dengan berbagai kenyataan sekaligus pertunjukan politik luar biasa, ditambah dengan adanya hoax dan lain sebagainya,” jelas Badrut.

“Bahkan tidak jarang, di beberapa tempat juga terjadi berbagai pertunjukan tentang pilihan narasi politik yang justru melakukan berbagai tindakan yang dilarang. Sehingga hal ini dibutuhkan langkah konkrit dari para kaum milineal, termasuk dari pemerintah kabupaten untuk terus mensosialisasikan pentingnya kesadaran politik bagi masyarakat,” pungkasnya. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar