Politik Pemerintahan

Bupati Ipong Ajak Masyarakat Merubah Mindset Tentang SILPA

Ponorogo (beritajatim.com) – Sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) Pemkab Ponorogo pada tahun lalu mencapai Rp 132 miliar. Angka tersebut meningkat 100 persen lebih jika dibandingkan pada SILPA tahun anggaran 2017 sebesar Rp 45,5 miliar.

Anggaran sisa yang menggunung itu ditanggapi santai oleh Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni. Dia menyebut bengkaknya SILPA itu karena efisiensi program dan kegiatan yang dilakukan oleh Pemkab.

“Selain itu juga bisa dipengaruhi oleh naiknya pendapatan Pemkab Ponorogo,” kata Ipong kepada┬áberitajatim.com, Sabtu (15/6/2019).

Dia memberi contoh RSUD dr Harjono. Rumah sakit milik Pemkab tersebut diklaim Ipong membukukan pendapatan melebihi target yang ditetapkan pada tahun lalu.

“Nah, kelebihan pendapatan itu lantas digolongkan ke dalam SILPA,” katanya.

Ipong berharap masyarakat mulai mengubah mindset mereka mengenai SILPA. Sekarang bukan masalah jika terdapat sisa dalam neraca keuangan pemkab. Sisa banyak bukan karena tidak habis dalam menggunakan anggaran. Selain itu, sekarang ini yang terpenting adalah meningkatkan kinerja. Jadi bukan bagaimana menghabiskan uang anggaran.

“Artinya ada efisiensi dalam mempergunakan uang negara,” katanya.

Ipong menyebut banyak efisiensi yang dicatat dari program dan kegiatan yang dilelang pada tahun lalu. Karena lelang juga turut mempertimbangkan biaya yang ditawarkan oleh para pesertanya.

Semakin efisien, maka akan semakin baik. Tentu, dengan tidak mengurangi standar dari program atau kegiatan tersebut. Dia mengutarakan beda lagi jika program maupun kegiatan itu memang tidak dijalankan. Itu baru yang merugikan masyarakat. Karena tidak bisa menikmati manfaatnya.

”Sepanjang SILPA itu bisa dipertanggungjawabkan, ya ndak apa-apa,” pungkasnya.(end/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar