Politik Pemerintahan

Atasi Kekeringan Akibat Kemarau

BPBD Pamekasan Distribuskan 3.192 Tangki Air Sejak Agustus

Pamekasan (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, mendistribusikan sebanyak 3.192 tangki air bersih gratis ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan sejak Agustus hingga pertengahan Oktober 2019.

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi persoalan kekeringan yang melanda 235 dusun di 80 desa yang tersebar di 11 kecamatan berbeda di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam. Bahkan kondisi tersebut mengakibatkan sebanyak 212.321 jiwa dari 71.032 kepala keluarga terdampak kekeringan akibat kemarau tahun ini.

“Hingga saat ini, total air bersih gratis yang sudah kita distribusikan ke wilayah terdampak kekeringan sebanyak 3.192 tangki. Terhitung mulai Agustus hingga pertengahan Oktober 2019,” kata Kepala BPBD Pamekasan, Akmalul Firdaus, Jumat (18/10/2019).

Diakuinya, total kekeringan maupun kekurangan air bersih pada tahun ini hampir sama dengan tahun sebelumnya. Hanya saja titik terdampak lebih banyak tahun ini. “Titik kekeringan sebenarnya hampir sama dengan tahun sebelumnya, tetapi tahun ini sebarannya lebih luas meskipun desanya sama,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya mencatat sebanyak 47 mengalami kering langka. Sedangkan sebanyak 33 desa sisanya mengalami kering kritis. “Kekeringan kritis terjadi karena pemenuhan air di dusun mencapai 10 liter lebih per orang per hari. Jarak yang ditempuh masyarakat untuk mendapatkan ketersediaan air bersih sejauh 3 kilometer bahkan lebih,” jelasnya.

“Sementara yang dimaksud dengan kering langka, kebutuhan air di dusun itu di bawah 10 liter saja per orang, per hari. Jarak tempuh dari rumah warga ke sumber mata air terdekat, sekitar 0,5 kilometer hingga 3 kilometer,” sambung pria yang akrab disapa Pak Akmalul.

Tidak hanya itu, pihaknya juga tengah berupaya melakukan penanganan kasus kekeringan ini secara terintegratif dengan melibatkan instansi dinas terkait di lingkungan Pemkab Pamekasan. “Penanganan jangka pendek yang kami lakukan adalah dengan menyalurkan bantuan air bersih ke desa terdampak, sedangkan penanganan jangka panjang tengah dalam proses komunikasi,” pungkasnya. [pin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar