Politik Pemerintahan

BPBD Kabupaten Mojokerto Dorong Instansi Pasang Alat Pemadam Kebakaran

Mojokerto (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto mendorong instansi pemerintahan, swasta dan masyarakat agar memasang alat pemadam kebakaran (Apar). Ini menyusul meningkatnya kasus kebakaran di Kabupaten Mojokerto.

Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, M Zaini mengatakan, peran aktif semua instansi diperlukan dalam menekan kasus kebakaran. “Ini tanggung jawab bersama karena ada kaitannya dengan bencana dan kemanusian. Kasus kebakaran di Kabupaten Mojokerto cukup tinggi,” ungkapnya, Selasa (16/7/2019).

Masih kata Zaini, selama musim kemarau ini kasus kebakaran di Kabupaten Mojokerto cenderung meningkat. BPBD Kabupaten Mojokerto mencatat ada 15 kasus kebakaran, dengan rincian delapan kebakaran di lingkungan permukiman, lima kebakaran lahan dan terbaru kebakaran warung di Kecamatan Jetis.

“Masyarakat dan instansi juga dituntut tidak main-main dalam penggunaan energi listrik. Dari evaluasi kebakaran, korsleting listrik menjadi faktor yang menonjol. Utamanya di lingkungan padat penduduk, perkantoran hingga industri. Gesekan arus pendek ini cukup berpotensi memunculkan percikan api yang berujung kebakaran,” katanya.

Untuk itu, lanjut Zaini, pengecekan instalasi listrik secara berkala menjadi hal yang wajib dilakukan sebagai antisipasi. Pengecekan instalasi listrik yang terpasang sudah di atas 10 tahun. Pihaknya menghimbau agar tidak menyambung atau memasang stop kontak tambahan tidak sesuai prosedur.

“Selain itu, cek regulator tabung gas secara berkala sekaligus pemakaian yang kualitas SNI. Karena belasan peristiwa kebakaran rumah terjadi karena dipicu kebocoran gas, selain konsleting listrik. Untuk pencegahan dini di kantor, pabrik dan rumah, diharapkan agar memasang tabung Apar,” paparnya.

Zaini menambahkan, banyaknya Apar disesuaikan dengan besar kecilnya gedung. Seperti sumber air atau pompa, dan fasilitas hydrant pemadam kebakaran. Hal itu sekaligus sebagai gerakan sadar dan tanggap darurat kebakaran. Untuk perusahan besar, kantor pemerintah, fasilitas umum juga harus ada jalur evakuasi.

“Itu juga cukup penting. Di samping itu, tak kalah efektif dan penting harusnya juga menyiagakan unit khusus dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran. Kalau setingkat desa baiknya membentuk relawan peduli,” tegasnya. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar