Politik Pemerintahan

Boyong Tuntas, Pasar Legi Resmi Pindah ke Pasar Darurat

Pedagang Pasar Legi Ponorogo pindah ke Pasar Darurat

Ponorogo (beritajatim.com) – Ribuan pedagang Pasar Legi Ponorogo akhirnya tuntas pindah ke lokasi penampungan darurat yang berdiri di lahan bekas RSUD Harjono, Ponorogo. Minggu (6/1/2019), gedung Pasar Legi yang separuhnya hangus, telah kosong dan digembok oleh dinas terkait.

Kepala Dinas Pedagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Perdagkum) Kabupaten Ponorogo Addin Andhanawarih mengatakan, penuntasan boyong ini sudah menjadi kesepakatan antara pihaknya dengan para pedagang. Waktu boyong disepakati empat hari, mulai tanggal 2 sampai 5 Januari 2019. “Tanggal 6 Januari (2019) kita tutup. Kita gembok. Sudah tidak ada lagi aktifitas berdagang di Pasar Legi,” ungkap Addin.

Pedagang Pasar Legi Ponorogo pindah ke Pasar Darurat

Meski seluruh pedagang sudah boyong, namun masih banyak di antara mereka yang belum selesai menata lapaknya. Puluhan tukang masih terlihat membuat kios-kios kecil dan membangun bedhag untuk menyimpan barang dagangannya. “Ya tidak apa-apa sambil jalan lah,” ujarnya.

Yusron, salah satu pedagang mengatakan, karena memang belum selesai membuat kios, maka ia dan para pedagang lainnya sudah berjualan sambil membuat bangunan kiosnya. “Hal ini demi keamanan dan kenyamanan dalam berdagang. Karena tempatnya sempit ya pintar-pintar ngatur dagangan saja lah,” ujarnya.

Saat ini masih ada ratusan pedagang yang tidak kebagian kios di pasar darurat tersebut. Hal ini karena jumlah kios memang masih kurang. Mereka akan dipersilakan berdagang di pelataran fan lokasi parkir. “Tapi tidak boleh di jalanan sekitar sini. Itu sudah kesepakatan dan harus ditaati. Ini demi kebaikan bersama kok,” pungkas Addin. [dil/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar