Politik Pemerintahan

Birokrat di Bursa Pilwali Surabaya: Eri dengan PDIP, Hendro Punya Nilai Tawar Khusus

Surabaya (beritajatim.com) – Dari tiga nama birokrat di Bursa Pilwali Surabaya, ada dua nama yang begitu mendominasi. Keduanya adalah Kepala Bappeko Eri Cahyadi dan Sekkota Hendro Gunawan. Bagaiamana peluang keduanya mendapatkan rekom partai untuk berkontestasi?

Kamis (22/8/2019), beritajatim.com membuat analisa dengan melibatkan Direktur Surabaya Survey Center (SSC) Mochtar W. Oetomo. Berikut ulasannya.

1. Eri Cahyadi Punya Peluang dengan PDIP

Eri Cahyadi

Status Eri yang sering disebut sebagai anak didik Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membuka lebar adanya skenario ini di Pilwali Surabaya. Terlebih lagi, saat ini Risma menjadi salah satu unsur pimpinan di DPP PDIP.

Ketua DPRD Surabaya periode 2019-2024, Armuji, pun melontarkan sinyal yang sama. Dalam satu kesempatan, Ia membocorkan jika nama Eri Cahyadi saat ini tengah menjadi bahasan hangat di DPP PDIP. ”Sudah ada beberapa nama lama. Tapi, yang baru ada dua. Awak dewe karo Eri,” katanya pada saat itu.

Mochtar pun menilai jika hal ini layak dibilang ada benarnya. Posisi Eri saat ini mendapatkan momentum yang tepat untuk bisa meraih rekom PDIP. “Perubahan konstelasi politik di internal PDIP menjadikan hal ini terwujud. Eri menjadi punya cantolan kepada Bu Mega dengan Risma ada di DPP,” ujarnya.

Hanya saja, meskipun demikian, Ia menganalisa jika jalan yang harus ditempuh tidak menjadi sangat mudah. “Ada kekuatan-kekuatan lain di PDIP itu. Tentunya itu menjadi tantangan tersendiri. Seperti misal sosok Ketua Bappilu Bambang Wuryanto yang sangat dekat dengan Alm Pak Tjip, ayah dari Whisnu Sakti Buana. Lalu ada juga Sekjen dan Djarot pula,” tegasnya.

“Lagipula, terkait rekom partai di Pilkada Serentak 2020 selalu bergantung penuh kepada apa kata Bu Mega. Jadinya ya peluang masih sangat terbuka untuk siapa saja,” tambah Mochtar.

2. Hendro Gunawan Punya Nilai Tawar Khusus

Hendro Gunawan

Sosok Sekkota Surabaya, Hendro Gunawan dinilai memiliki prestasi yang sangat lumayan. Terkait Pilwali Surabaya, Hendro disebut telah menjalin komunikasi dengan beberapa partai. Hanya saja, komunikasi yang dilakukan tidak terpantau oleh media massa.

Mochtar menilai, karakter kerja dari Hendro Gunawan memiliki keistimewaan tersendiri. “Hendro memiliki karakter yang cukup mudah untuk bisa membangun akseptabilitas atau penerimaan publik,” jelasnya.

“Rekam jejak pekerjaan yang dilakoni Hendro selama ini pun sudah sangat mendapatkan pengakuan dari publik. Mereka kan puas juga,” tambah Mochtar.

Dua hal itu, menurutnya, menjadi senjata utama bagi Hendro untuk bisa mendapatkan rekom partai demi berkontestasi di Bursa Pilwali Surabaya. “Makanya layak dibilang jika Hendro punya nilai tawar khusus. Bukan hanya dengan PDIP, melainkan dengan seluruh partai politik yang ada,” pungkas Mochtar. [ifw/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar