Politik Pemerintahan

Benarkah Ahok Akan Gantikan Kiai Ma’ruf Amin?

Jokowi dan Ma'ruf Amin

Jakarta (beritajatim.com) – Desas-desus posisi Kiai Ma’ruf bakal diganti Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok tiba-tiba saja meruyak menjadi rumor politik di media sosial. Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Abdul Kadir Karding menyebut sebagai rumor lantaran tidak jelas asal mula isu itu berhembus dan entah apa tujuannya.

Dia menduga rumor itu sengaja dihembuskan lawan politik sebagai plot untuk membikin warga nahdliyin gelisah. Psikologi kaum nahdliyin diusik seolah-olah bakal ada upaya “mengkudeta” kiai mereka.

“Jadi ketimbang kiai dizolimi saat sudah menjadi wapres lebih baik tidak usah dipilih sekalian,” kata Karding, Jumat (15/2/2018).

Dia juga, memastikan usaha mencopot atau menghentikan kiai Maruf sebagai wakil presiden apabila memenangi Pilpres 2019 nyaris tak bisa dilakukan. Kendalanya bukan saja ada pada ranah politik tapi juga hukum.

Dari sisi politik, lanjutnya, jelas tak mungkin dilakukan karena saat kekuataan partai politik pemerintah berjumlah mayoritas.

“Sehingga usaha menggeser Kiai Maruf akan mendapat tentangan dari partai-partai politik pengusungnya di Pilpres 2019 yang berjumlah sembilan partai,” kata Karding. [hen/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar