Politik Pemerintahan

Belasan Pengungsi Wamena Minta Kejelasan Pemkab Ponorogo

Ponorogo (beritajatim.com) – Belum adanya kejelasan bantuan yang dijanjikan oleh Pemkab Ponorogo, belasan warga Ponorogo yang mengungsi dari Wamena pada Rabu (30/10/2019) mendatangi kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA). Pasalnya, 22 pengungsi yang pulang ke Ponorogo tidak membawa bekal apapun dari bumi cendrawasih tersebut.

”Semua dokumen dan barang berharga kami di sana dibakar habis,” kata Errisa Dwi Siswandani, salah seorang pengungsi.

Perempuan yang dulu merupakan dosen di STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena itu, mengungkapkan harta benda termasuk kendaraan dan barang berharga ludes dibakar massa. Beruntung dirinya berhasil menyelamatkan diri. Kini dia ingin menetap di Ponorogo, tak ada terbersit keinginan untuk kembali ke sana.

”Saya tidak ingin kembali ke Wamena, saya masih trauma dengan tragedi di Wamena,” katanya.

Kedatangan Errisa dan belasan warga pengungsi dari Wamena ke Dinsos PPPA tak lain ingin butuh kejelasan tentang nasib mereka. Mereka menginginkan Pemkab memfasilitasi terkait administrasi kependudukan, pendidikan anak-anak, dan lapangan kerja.

”Kami ingin pemkab bisa mencarikan solusi tentang administrasi kependudukan dan mencarikan lapangan kerja buat kami, termasuk bagi tiga pengungsi yang berstatus PNS,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinsos PPPA Supriadi yang menemui mereka, menyebut bantuan yang dijanjikan akan segera dicairkan. Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas kependudukan dan pencatatan sipil (Dispendukcapil) tentang pengurusan pindah alamat mereka.

”Untuk lapangan kerja, akan kami koordinasikan dengan Disnaker. Sedangkan tiga PNS yang mengungsi, bukan kewenangan Pemkab, namun tetap kami akan inventarisir,” pungkasnya.(end/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar