Politik Pemerintahan

Belanja Sayuran, 25 Warga Ponorogo Kena Tilang

Satlantas Polres Ponorogo melakukan tindakan tegas berupa tilang kepada pembeli di pasar eks stasiun karena melanggar kawasan dilarang parkir, Selasa (8/1/2019) pagi.

Ponorogo (beritajatim.com) – Sebanyak 25 warga Ponorogo, Selasa (8/1/2019)  pagi harus menerima surat bukti pelanggaran alias surat tilang hanya karena berbelanja sayuran dan kebutuhan pokok di pasar tumpah dekat gedung Pasar Legi yang sudah ditutup karena relokasi.

KBO Satlantas Polres Ponorogo Iptu Yudi Kristiawan mengatakan, pihaknya memang melakukan penindakan tegas terhadap para warga yang berbelanja di pasar yang disebut pasar eks stasiun itu karena memarkirkan motornya di kawasan larangan parkir. Apalagi, setelah para pedagang Pasar Legi berpindah ke pasar darurat alias pasar relokasi di lahan bekas RSUD Ponorogo, justru makin banyak saja orang yang parkir di lokasi dilarang parkir tersebut.

“Tampaknya memang begitu (semakin banyak yang parkir di lokasi larangan parkir). Padahal tiap pagi kita tertibkan kawasan tersebut,” ungkap Iptu Yudi.

Menurut pantauannya, sejak pedagang direlokasi ke pasar penampungan tersebut, parkir di kawasan depan pasar eks stasiun atau di jalan Soekarno Hatta semakin berantakan. Hal itu memengaruhi kondisi lalu lintas di ruas sebelah barat median jalan tersebut. Arus sering tersendat karena banyaknya pedagang yang berjualan di trotoar dan bahu jalan dan mendesak parkir di badan jalan.

“Karena lokasinya adalah dilarang parkir, makanya ya kita tertibkan. Kita tilang, ada 25 orang pagi ini,” ungkapnya.

Polisi, kata Iptu Yudi, akan terus bertahan melakukan penertiban di kawasan tersebut setiap pagi. Personel akan disiagakan lokasi tersebut untuk memastikan kondisi lalu lintas di kawasan tersebut lancar tanpa gangguan kendaraan yang parkir maupun pedagang yang menggelar dagangannya di jalanan.

“Ya kita bertahan untuk mewujudkan Ponorogo yang kondusif dari sisi kamtibmaslantas-nya,” katanya. [dil/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar