Politik Pemerintahan

Begini Harapan Calon PPPK Gresik yang Tak Lolos Seleksi

Gresik (beritajatim.com) – Peserta seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) Gresik masih berharap ada kebijakan baru dari pemerintah daerah terkait nilai tes yang tidak sesuai ambang batas.

Ketua Forkom Guru Honorer K2 Gresik Nuryanto mengaku, dirinya sudah berusaha memperjuangkan 81 anggotanya yang nilai tesnya tidak mencapai ambang batas karena terbentur aturan Permenpan nomor 4 tahun 2019 tentang nilai ambang batas atau passing grade (PG).

“Ambang batas tidak bisa diturunkan. Tetap 65. Ya mau bagaimana lagi itu sudah menjadi keputusan pusat,” ujarnya, Rabu (13/03/2019).

Kendati demikian, lanjut Nuryanto, pihaknya tetap memperjuangkan anggotanya yang tidak mencapai ambang batas nilai. Guru yang lolos seleksi saat tes 23-24 Februari 2019 lalu berharap masih ada keberpihakan dari pemerintah daerah.

“Barangkali dari pemerintah daerah ada kebijakan khusus untuk K2. Itu sangat dinanti teman-teman,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pada intinya sangat berharap anggota K2 di Gresik ini bisa terakomodir menjadi ASN. Kalaupun lewat seleksi PPPK tahap II nanti juga tidak masalah.

Secara terpisah, Kabid Data, Formasi, dan Pengembangan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Gresik Reza Pahlevi mengatakan, kesempatan honorer K2 yang tidak lolos seleksi di tahap I kemarin masih punya kesempatan. Hanya saja lebih berat. Meski belum mendapat intruksi dari pusat.

“Kalau kemarin dari 180 nilai maksimal hanya 65 poin saja. Kalau nanti belum tahu, yang jelas akan lebih tinggi,” ungkapnya.

Tidak hanya ambang batas lanjut Reza, kalau tahap I ini hanya untuk honorer K2, namun seleksi PPPK tahap II nanti untuk umum. Saingan makin banyak.

“Ini yang perlu dipersiapkan. Jadi honorer kemarin yang tidak lolos besok bisa lebih siap. Namun pelaksanaanya belum tahu pastinya kapan diumumkan,” tandasnya. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar