Politik Pemerintahan

Bawaslu Terima Laporan Dugaan Politik Uang di Sumenep

Sumenep (beritajatim.com) – Bawaslu Kabupaten Sumenep menerima laporan dugaan ‘money politics’ atau politik uang yang terjadi saat masa tenang.

Laporan dugaan pelanggaran pemilu itu diterima oleh Panwascam Pragaan dan Masalembu. Namun sayangnya, laporan tersebut tidak disertai bukti-bukti bentuk pelanggaran.

“Pelapor tidak melengkapi laporan dengan bukti-bukti. Karena itu, kami belum bisa memproses laporannya, dan meminta pelapor untuk melengkapi dulu bukti-bukti laporannya, agar bisa diproses,” kata Komisioner Bawaslu Sumenep, Imam Syafi’i, Selasa (16/04/2019).

Namun Imam menolak menyebutkan siapa pelapor dugaan terjadinya politik uang tersebut. Termasuk siapa caleg yang diduga menyebar uang itu, enggan dibeber Imam. Ia berdalih laporan tersebut masih belum diproses.

“Mohon maaf, kami tidak bisa menyebutkan siapa yang melapor dan siapa yang dilaporkan, karena laporan itu belum lengkap alat buktinya,” ujar Imam.

Pemilu akan digelar serentak pada Rabu, 17 April 2019. Masyarakat akan memilih calon legislatif tingkat kabupaten, provinsi, dan DPR RI. Selain itu juga memilih calon anggota DPD, dan calon presiden serta wakil presiden.

Jumlah DPT Sumenep pada Pemilu 2019 sebanyak 872.764 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 410.522 laki-laki dan 462.242 perempuan. Mereka nantinya akan menyalurkan suaranya di 4.315 Tempat Pemungutan Suara (TPS). [tem/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar